Paguyuban Kelinci Subang yang terus mengenalkan kelinci kepada masyarakat hingga meraup pundi - pundi Rupiah

  

Reporterjabar.com - Paguyuban Kelinci Subang yang merupakan komunitas Kelinci menjadi salah satu tempat pecinta hewan berbulu dan menggemaskan satu ini.

Paguyuban Kelinci subang sendiri berdiri sejak 2010. Namun, sempat tidak aktif karena adanya wabah covid-19 sehingga sulit untuk melakukan aktivitas pertemuan.

Setelah kondisi terkendali, komunitas ini kembali melakukan pertemuan di beberapa taman terbuka di Kota Subang.

Pemilihan taman menjadi tempat pertemuan juga bukan tanpa alasan. Bersama dengan Paguyuban Kelinci Subang  dihadapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang kelinci.

Ketua Paguyuban Kelinci Subang, Yusuf  bachtiar mengungkapkan bahwa tujuan dari berdirinya komunitas ini ingin menjadikan hewan berbulu tersebut layaknya peliharaan yang bisa hidup berdampigan.

"Kelinci juga sama seperti anjing dan kucing, di mana bisa hidup bersampingan, dekat layaknya sahabat dan keluarga," jelasnya kepada Kontributor,minggu 17/7

Yusuf menjelaskan, sekalipun komunitas ini belum lama berdiri. Namun, peminat kelinci tidaklah sedikit. Sayangnya, masih banyak di antara masyarakat belum memahami bagaimana cara merawat kelinci yang baik dan benar.

"Sebenarnya, kelinci tidak makan wortel mereka lebih baik diberikan kankung atau pure khusus. Kesalahan ini yang sering menyebabkan kelinci cepat mati" katanya.

Menurutnya, dari hal sederhana saja banyak dari masyarakat belum memahami cara merawat hewan berbulu ini.

Besar harapan Yusuf bersama komunitas Paguyuban Kelinci Subang bisa berkembang tidak hanya hobi saja akan tetapi bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, seperti saat ini yang fokus ke kelinci pedaging bahkan saat ini komunitas sudah ada pesanan ke papua barat. pemasaran kelinci ini sudah berjalan 1 tahun ke belakang mulai dari surabaya,jawatengah,kalimantan dan sekitaran kota bandung untuk pemasarannya, dan saat ini  pencinta kelinci di subang lebih banyak para karyawan, atau pekerja.

Jenis kelinci hias yang diternak oleh Paguyuban kelinci ini diantaranya,  English Angora, Fuji Lop, American Rex sampai Holand Hop.

Pantauan di lapangan milik Paguyuban kelinci-kelinci tersebut terlihat lucu dengan bulu tebal seperti kucing angora. Sedangkan warnanya, selain putih polos, ada juga yang berwarna putih hitam seperti sapi serta kelinci dengan bulu coklat.

Sementara bentuk kupingnya juga unik, berbeda dengan kelinci lokal yang biasa dipelihara pada umumnya.

yusuf dan anggota komunitas biasa memasarkan kelinci hiasnya di Alun-alun Subang  setiap hari Minggu.

“Tapi ada juga yang sudah langganan datang ke rumah langsung,” kata yusuf seraya menyebutkan pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, termasuk dosen hingga polisi

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers