Hasil Olahan ikan patin yang mulai meraup cuan

Adang Tajudin (50) berkreasi menghasilkan jajanan ringan untuk wisatawan berupa kerupuk kulit ikan patin. Cara membuat kerupuk dengan berbahan dasar kulit ikan patin. 

Dadan Setiawan salah satu pekerja di rumah produksi kerupuk ikan patin milik Adang menjelaskan mulai cara membersihkan, mengeringkan, membumbui hingga cara menggoreng yang membuat kulit ikan menjadi renyah," kepada kontributor.

Warga desa Dangdeur ini mengatakan, para pekerja mendapat pelatihan secara oto didak dalam memanfaatkan bagian dari ikan patin yang dapat bernilai ekonomi. 

Kerupuk kulit ikan produk hasil olahan Adang memiliki kemasan bernama Putra Putri. Produk ini kini mulai dipasarkan di lokasi-lokasi wisata, warung, dan restoran di Bandung dan sekitarnya.

Olahan kulit ikan patin ini diharapkan menjadi oleh-oleh khas dari daerah Subang ini.

“Kami berharap produk kerupuk kulit ikan patin olahan ini dapat disukai oleh para wisatawan yang datang ke kabupaten subang."

Ke depannya, kami juga ingin kerupuk kulit ikan buatan kami dapat menjadi ciri khas kota subang yang bisa dikenal masyarakat se-Indonesia bahkan dunia," ujar Adang.

Adang menyatakan, usaha pembuatan kerupuk kulit ikan itu sebenarnya baru dimulainya pada Januari 2022. Dalam proses pembuatannya, dia melakukan berbagai inovasi untuk menghasilkan produk kerupuk kulit ikan yang enak dan layak jual.

Adang juga mengakui, selama ini sudah banyak produk sejenis yang beredar. Namun, di rumah produksi miliknya di Desa Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang kerupuk kulit ikan patin diproduksi dengan kualitas tinggi hingga bisa menembus pasar.

"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target ekspor". tutur adang

Dadan setiawan juga yang salah satu pekerjanya merasa optimis, momentum kerupuk kulit ikan patin ini akan memicu pelaku UMKM lainnya di Kabupaten Subang untuk terus berkembang. Dengan demikian, akan semakin banyak produk UMKM asal Kabupaten Subang yang juga bisa  menembus pasar ekspor.


Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers