Galuh Wijaya Kusumah yang terus melestarikan tari jaipong di usianya yang masih dini

Reporterjabar.com - DI era milenial ini sulit rasanya menemukan anak belia yang tertarik kebudayaan Sunda. Bahkan ada yang tinggal di tanah Sunda namun enggan berbicara Bahasa Sunda bahkan tidak tertarik sama sekali dengan kebudayaan Sunda.

Namun tidak demikian dengan multitalenta ini, Galuh Wijaya Kusumah . laki-laki berusia 7,5 tahun ini justru eksis melestarikan budaya Sunda dengan mengikuti berbagai festival atau lomba.

"Sejak kecil sudah menyukai gerak silat lalu pas usia 5 tahun mulai memgikuti gerak tari jaipong, nggak tahu kenapa melihat anak suka ngibing," ujar Desiani kepada kontributor 11/7

Kepiawaian Galuh Wijaya Kusumah menari jaipong juga dibagikannya melalui media sosial keluarga. Jemantik jarinya yang lentik dan tubuhnya yang bergoyang menunjukan bahwa nilai seni dari tarian jaipong ini memang harus diapresiasi dan dilestarikan. Tidak hanya pandai menari jaipong, Galuh juga pandai silat diusianya yang masih kecil.

Rasa cinta dan ingin belajar soal Tari jaipongpun didapatkan Galuh saat ia diminta Kurniawan dan Desiani sebagai orangtuanya untuk ikut lomba jaipongan.

"Disuruh lomba sama mamah, karena tahu Galuh bisa Jaipong. Ya sudah Galuh coba dan dapat juara," ujar Galuh.

Meskipun sama sekali tidak memiliki basic ngibing jaipong ia tidak memiliki masalah ketika belajar gerakannya. Ini karena lagu-lagu kawih ini sudah tidak asing di telinga karena saat menari jaipong, lagu yang digunakan hampir sama.

Namun sejak kemenangan perlombaan, Galuh justru semakin termotivasi untuk terus melestarikan kebudayaan Sunda lewat tari.




Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers