Keren, Homebreed Hewan Liar ini Menghasilkan Musang Yang Siap Hidup Kembali Di Alam Bebas

 

Aroma wangi menusuk hidung begitu ketika memasuki halaman depan rumah Tata Surnata di Lanud suryadarma kalijati Subang.

Sebagian dari Anda mungkin masih terasa asing jika mendengar musang dijadikan sebagai hewan peliharaan. Bukan tanpa alasan memang, sebagian besar masyarakat kita masih akrab dengan kucing, anjing ataupun kelinci yang dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Namun di Subang Jawa Barat ada sebuah komunitas yang anggotanya merupakan para pecinta musang. Komunitas itu bernama Musang Lovers Subang (MLS).

Seperti Sub Reg MLS Barat yang bertempat di Lanud Surya Dharma Kalijati, Tak hanya pecinta anggota di komunitas ini juga merupakan pelajar, pengusaha, TNI, Polri,dan pelestari musang ataupun hewan lainnya.

Komunitas terbentuk ini dari sekumpulan orang para pecinta musang yang tidak memiliki wadah. Selama ini mereka berbagi informasi di media sosial yakni grup Musang Lovers Indonesia. 

Rupanya di media sosial banyak juga para pecinta musang yang berasal dari Kota Bandung,surabaya,Bogor, Jakarta dll hingga akhirnya terbentuklah MLS dengan MLS Sub Regional Barat. Dimana sekelompok orang punya musang cuma bingung wadahnya di mana.

 "Waktu itu ada grup Facebook namanya Musang Lovers Indonesia. Nah ternyata anggota dari Subang juga ada. Kita terus sering ngumpul dan bikin acara gathering," ujar Tata Surnata Pembina Komunitas Musang Lovers  Subang Sub Regional Subang Barat

Komunitas ini rutin melakukan kegiatan dengan menggelar acara gathering. Sejumlah tempat seperti Car Free Day, Taman Alun-Alun Subang, GOR Gotong Royong, dan Lapangan Lanud Surya darma kalijati menjadi tempat ngumpul komunitas ini. Namun untuk saat ini acara gathering biasa dilakukan di Lapangan Lanud Surya Darma hari Minggu pukul 08.00 WIB atau pada sore hari sekira pukul 16.00 WIB.

Komunitas ini begitu concern dengan pelestarian musang yang kini populasinya mulai berkurang. Hewan ini juga mulai banyak diburu karena masih dianggap sebagai hama.

"Kita juga ingin menjadi bagian untuk menstabilkan populasi musang. Ada empat jenis musang tidak boleh dipelihara karena dilindungi undang-undang seperti jenis binturung, congkok air dan musang Sulawesi. Makanya di komunitas kita hanya dibolehkan yang tiga jenis yakni musang pandan, akar, bulan," ucap Tata.

Anggota TNI AU yang berdinas di Lanud Surya dharma ini juga mengaku welcome kepada masyarakat atau pemula yang menyenangi dunia binatang bila tertarik mempelajari hidup musang pandan, akar, dan bulan tanpa harus datang ke alam liar. “Kita dapat edukasi mereka makannya apa, habitatnya, cara budidayanya, dan lain-lainnya."

Penangkaran salah satunya juga untuk mengurangi jumlah penangkapan liar musang di alam. Kebanyakan musang yang didapat dari alam ditangkap saat masih kecil.

Padahal musang rentan mati jika ditangkap oleh orang yang tidak berpengalaman. “Memelihara musang dari kecil bisanya agak susah hidup kalau tidak tahu penangananya,” ujar Tata menutup obrolan kami siang itu.



Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers