D'JAMUan, Ketika Jamu Naik Kelas dan Dikemas Kekinian Produk " D'JAMUan Bu Sugeng "dengan kemasan take away yang dapat dikonsumsi

 

Dwi Suryandari bersama produk olahan

.

 Kuliner kekinian seperti kopi susu dan boba semakin menjamur, dari minuman herbal tak mau kalah mulai menujukkan eksistensinya dengan banyak varian dan packaging yang tak kalah eye cathching. Salah satunya ialah brand lokal bertajuk D'JAMUan Bu Sugeng yang mengusung konsep bisnis jamu naik kelas dan kekinian.

Produk yang dirintis oleh anggota KORAMIL Pabuaran Subang Sertu Sugeng beserta istri Dwi Suryandari ini membawa pesan bahwa jamu adalah minuman sehat yang tak lagi dipandang sebelah mata lantaran ketinggalan zaman karena identik dengan lawas dan rasanya yang pahit. Jamu di tangan Dwi Suryandari telah menjelma jadi minuman yang bisa dikonsumsi konsumen sambil dibawa pelesiran di pusat perbelanjaan dan tongkrongan modern.

Dwi Suryandari mengatakan kalau Indonesia punya kekayaan rempah yang belum banyak digarap dan ada streotype kalau jamu itu pahit, lawas, jadi Founder ingin agar jamu ini bisa diterima oleh konsumen anak muda, diminum dengan enak dan tetap menyehatkan.

"Prosesnya trial and error, pengen konsumen yang anak muda bisa minum dengan enak. Akhirnya sampai suatu proses yang disebut mocktail dengan ramuan jamu tapi bisa keliatan warna-warni pakai pewarna alami. Kami pengen nggak cuma rasa yang enak, tapi juga kemasan menarik. Kalau cuma lihat warna kuning dan coklat kan bosan ya," tambah Sertu Sugeng dan
Dwi Suryandari

Mengusung " D'JAMUan bu sugeng " menawarkan sajian jamu yang bisa masuk ke pasar milenial dan membuka store di rumahnya. Terlebih melihat tren gaya hidup sehat yang banyak dijalani selama ini memberi efek signifikan pada minuman yang menawarkan benefit kesehatan.

"Nah pas di awal-awal, kami sampai develop jamu dengan manfaat menjaga imunitas tubuh yang terdiri dari jus buah kunyit, asem,  cukup banyak peminatnya terutama pas di awal-awal pandemi," ujar Dwi. kepada kontributor 16/6/22

"Sejauh ini rasa ingin tahu di luar ekspektasi, mereka excited dengan pilihan menu jamu, khususnya target anak muda. Dari misal kopi kekinian bisa mulai beralih ke jamu kekinian. Malah ada banyak teman-teman mereka mengira ini seperti minuman limun, nggak nyangka kalau itu jamu," sambung Mey.

Uniknya, konsumen tidak ditawarkan signature drink, tetapi dikembalikan lagi pada kebutuhan konsumen lagi ingin jamu apa, keluhan kesehatan apa yang sedang dirasakan, agar manfaat jamu bisa langsung dicoba oleh konsumen. "Nah, kalau yang jadi favorit jamu kunyit asem, tapi kalau misal pengen original/shoot kami juga ada yang pakai metode sama," Imbuh Dwi.

Mey sendiri berkesempatan mencoba kunyit asem yang manfaatnya bisa untuk minuman diet terdiri dari racikan jus buah kunyit asam, gula (pemanis), rasanya asam khas kunyit dan campuran asem yang khas, dan manisnya dari gula. Sementara untuk produk D'JAMUan mencoba asam jawa dan kunyit manis original yang ukuran satu liter.

Harapan ke depan produk jamu sebagai UMKM bisa naik kelas dan memperluas pasar, salah satunya anak muda. "Jamu bisa diterima secara luas yang eksistensinya bisa sejajar dengan minuman kekinian lainnya," harap Dwi.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers