Bupati Subang Bagikan Tanah Ke Warga Subang Masing-Masing 200 m

 


Reporterjabar.com - Bupati Subang, H. Ruhimat, hadir dan membuka Sidang Panitia Pertimbangan Landreform Tahun Anggaran 2022, di Kantor BPN Subang, Kamis (23/06/2022).

Dalam kesempatan tersebut menyampaikan rapat ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam memenuhi kebutuhan rakyat Subang.

"Rapat ini dilaksanakan untuk menegaskan status tanah masyarakat yang subjek penerima tanah-tanah tersebut harus berasal dari verifikasi dan hasil inventarisasi dan identifikasi."

Bupati Subang berharap dengan adanya program redistribusi tanah ini, kehidupan masyarakat Subang dapat meningkat.

"Kita berharap melalui kegiatan redistribusi tanah landreform ini, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya penggarap tanah dengan cara membagi tanah pertanian secara adil dan memberi kepastian status tanah yang digarap."

Selanjutnya, Kang Jimat dengan tegas menekankan subjek penerima tanah redistribusi harus warga asli Subang mengingat kebutuhan tanah masyarakat Subang yang masih mendesak dan dilakukan mekanisme agar tanah yang sudah dimiliki tidak bisa diperjual belikan dalam kurun waktu tertentu.

"Saya berpesan kepada semuanya, untuk yang menjadi subjek saya minta khusus yang ber-KTP Subang, mengingat kebutuhan masyarakat Subang yang masih mendesak. Selain itu saya pesan agar tanah itu tidak boleh dipindahtangankan dalam kurun waktu tertentu. Jangan sampai warga kita hanya dijadikan kedok oleh orang-orang yang hanya mencari keuntungan."

Kepala BPN Subang Joko menambahkan, target redistribusi tanah di Kabupaten Subang adalah yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

"Target redistribusi tanah di Subang naik, dari 1.778 menjadi 2.278 dan menjadikan target resdistribusi tanah Subang adalah yang paling banyak."

Joko juga mengungkapkan terdapat kriteria subjek penerima objek tanah hasil redistribusi.

"Tanah tersebut turun temurun kepemilikannya, tidak lebih dari 5 hektare, dan bahkan dari 1.778 mayoritas tanah redistribusi yang merupakan tanah pemukiman luas rata-ratanya hanya 200 meter persegi."

Reporter  Iwan Hendra

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers