Diduga Ada Fee di Studi Banding SMAN 1 Sindang Indramayu



Reporterjanar.com - Indramayu, Informasi tidak sedap diterima media terkait studi banding SMAN 1 Sindang Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Ternyata, ada dugaan pemberian fee oleh biro jasa wisata kepada pihak sekolah atau penyelenggara kegiatan. Pihak sekolah pun membenarkan adanya fee tersebut.

SMAN 1 Sindang kali ini menggunakan sebuah biro layanan wisata dari Cirebon untuk melakukan studi banding ke Yogyakarta dan Malang. Masing masing siswa dikenakan Rp 2 juta untuk studi banding selama lima hari dari hari Sabtu (28/5) hingga Rabu (2/6).

Hingga hari ini, Senin (23/5/2022) atau batas akhir pendaftaran jumlah siswa kelas XI yang ikut studi banding terkonfirmasi sebanyak 230 siswa dari jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Pihak sekolah memprediksi hanya enam bus yang digunakan.

Tujuan studi banding pada hari pertama yakni wisata di wilayah Yogyakarta. Pada hari kedua, studi banding dilanjutkan ke Universitas Gajah Mada. Perjalanan dilanjutkan ke taman Nasional Gunung Bromo. Selanjutnya pada hari terakhir akan melanjutkan wisata ke kota Batu Malang. 

Informasi yang diterima media, indikasi fee tersebut sudah menjadi rahasia umum bagi kalangan pelaku wisata yang diberikan kepada pihak sekolah, fee biasanya berupa cashback.

"Kita sebagai biro perjalanan wisata sudah biasa memberi cashback kepada pihak sekolah. Kalau rombongan sekolah kita kasih cash back untuk guru guru yang mendampingi siswa termasuk kepala sekolahnya kita jamu dengan kamar yang berbeda dengan yang lainnya," kata salah seorang pelaku jasa wisata kepada media.

Fee atau cashback itu biasanya diberikan kepada pihak sekolah jauh-jauh hari setelah seluruh uang dari siswa terkumpul.

"Namanya apa ya mas sebagai bentuk terima kasih. Tujuannya sebagai service agar tahun-tahun berikutnya bisa dipakai lagi," jelasnya gamblang.

Saat dikonfirmasi adanya indikasi fee pada studi banding, wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 1 Sindang, Sodikin membenarkan bila pihak biro perjalanan wisata memberikan tanda terima kasih kepada pihak sekolah. 

Sodikin menilai hal tersebut sebagai bentuk honorarium kepada guru guru yang mendampingi siswa studi banding. 

"Sedikit banyak adalah mas. Bentuknya sebagai honor dari biro wisata. Dan itu kita terima," jelas Sodikin.

Sodikin sendiri tidak mengetahui bila hal ini tidak diperkenankan dalam Undang Undang Kepegawaian terkait larangan ASN,  dimana seorang ASN dilarang memperoleh imbal jasa dalam bentuk apapun dari pihak ketiga. Hal yang dianggap lumrah ini dapat dijadikan temuan oleh aparat penegak hukum. 

"Info tentang hal ini, saya baru dapat hari ini. Dari Travel belum ada komunikasi langsung dengan Humas. Hari ini kami akan koordinasi dengan Komite Sekolah untuk menyikapi hal ini," sambung Sodikin dalam pesan lanjutan melalui WhatsApp.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers