Budaya Sunda kembali dilecehkan, sejumlah tokoh meradang

Reporterjabar.com, Subang - Ketua Masyarakat Pasundan Bersatu, Fawaid Abdul Kuddus, mengecam adanya penolakan terhadap penampilan tarian Sunda, di acara bincang bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno. "Ini merupakan bentuk pelecehan terhadap adat dan budaya! Saya perlu mengingatkan bahwa Sandiaga Uno adalah menteri Parekraf mewakili Pemerintah, seharusnya menjadi yang terdepan dalam pelestarian seni dan budaya," tutur Fawa wartawan, Sabtu (5/3/2022).

Acara ini diselenggarakan Gerakan Masyarakat Wirausaha (GEMAWIRA), di Kaki Gunung Tangkuban Parahu, Asstro Highland. "Saya mendapatkan laporan, bahwa panitia pelaksana menolak ditampilkannya persembahan Tari kepada Pak Menteri Pariwisata, padahal para penari sudah dipersiapkan sebelumnya," jelasnya
 
Menurut Fawaid, pada acara tersebut, panitia pelaksana membatalkan secara sepihak tarian persembahan yang sedianya akan ditampilkan oleh anak-anak pegiat seni yang sudah sangat antusias ingin menyambut kedatangan tamu agung.
 
"Dalam budaya kami, budaya Sunda, membahagiakan tamu adalah adat istiadat yang tidak boleh dilanggar. Kami mendengar bahwa karena alasan waktu, penampilan tari anak-anak dibatalkan, padahal katanya acaranya membahas terkait pentingnya kolaborasi demi bangkitnya ekonomi kreatif, apakah seni tari bukan bagian dari ekonomi kreatif?" Lanjutnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Kasepuhan Adat Banceuy, Abah Ade Bahrum, menyatakan sangat menyayangkan dan prihatin terhadap adanya arogansi dari pihak panitia pelaksana, ketika dimintai klarifikasi akan penolakan terhadap penampilan Tari Sunda tersebut.
 
"Kebetulan saya turut hadir dalam pertemuan dengan Ketua dari Gerakan Masyarakat Wirausaha (GEMAWIRA), Ibu Diantri Lapian, setelah selesai acara," tutur Ade Bahrum.
 
"Saya sangat menyayangkan sikapnya, sepatutnya beliau lebih bisa menghargai Adat dan Budaya, apalagi, Adat dan Budaya merupakan Jati Diri Bangsa. Penghilangan persembahan tari sunda ini dari rundown acara, dapat diartikan sebagai upaya penghilangan jati diri bangsa," ungkapnya.
 
"Apalagi acara ini menghadirkan Pak Sandiaga Uno sebagai Pembicara, seharusnya Panitia mengabulkan permintaan Pak Asep Strawberry untuk memberikan penampilan Tari Sunda karena beliau adalah tuan rumah yang ingin mengistimewakan tamunya," ungkap Ade Bahrum.

"Apalagi acara ini diselenggarakan di Kaki Gunung Tangkuban Parahu, Kaki Gunung Sunda yang sakral bagi masyarakat Adat Sunda se-Nusantara," tutupnya. (HP)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers