Warga Sunda di Subang keukeuh tuntut Arteria diberikan sanksi

Reporterjabar.com, Subang - Puluhan warga Subang yang tergabungdalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Subang serta Forum Sunda Subang (FSS) melakuan aksi demo menuntut anggota DPR, Ateria Dahlan untuk meminta maaf dan meminta aparat hukum memproses secara hukum atas pernyataan Arteria Dahlan yang dianggap menghinakan bahasa Sunda.

Dalam aksinya mereka melakukan orasi dengan mendatangi dan kantor DPRD Kabupaten Subang dan Kantor Bupati Subang, Jum'at (21/1/2022). Kemudian mereka melakukan aksi jalan kaki sepanjang jalan Oto Iskandar Dinata Subang.

Dalam Pernyataan Sikap Forum Sunda Subang (FSS) yang berjudul tentang Nyirnya Arteria Dahlan Yang Mencederai Bhineka Tunggal Ika.

Dalam pernyataan tertulis dalam selebaran yang disebar menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berdiri dan ditopang oleh banyak suku-suku dan bangsa-bangsa, yang mempunyai keragaman sosial budaya di ikat oleh jiwa dan cita-cita luhur bersama. Oleh karenanya antar setiap elemen suku bangsa wajib saling menghormati, memuliakan serta mengokohkan demi tegaknya persatuan nasionalis, pluralis, religiusitas, toleransi dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Pancasila adalah spirit dasar, nilai-nilai berideologi dan berprilaku setiap manusia yang ada di nkri. Sunda adalah bagian dari suku dan bangsa yang ikut serta mendirikan republik indonesia tidak boleh ada yang mencederai apalagi menghinakan.

Arteria Dahlan Anggota DPR ri Komisi iii dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) perwakilan dari dapil 6 Jatim pada saat rapat dengan pihak kejagung hari senin, 17 Januari 2022 melontarkan kata kata yang rasis menghinakan bahasa sunda yang sangat tidak pantas disampaikan oleh seorang wakil rakyat yang disaji oleh uang rakyat di forum yang mulia malah menyakiti Orang Sunda secara khusus serta bangsa indonesia secara umum dengan kata kata yang tidak nyambung dengan tujuan dan isi rapat. sikap intoleran dan rasis yang disampaikan oleh arteria dahlan sungguh memalukan berpotensi mencerai beraikan keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Forum Sunda Subang (FSS) bergerak bangkit menyatakan sikap karena statement Arteria Dahlan ada unsur pidana didalamnya berkaitan dengan pasal ujaran kebencian, perbuatan tidak menyenangkan, mengganggu stabilitas nasional dan merusak tatanan sosial dan budaya.

Menghimbau dan mengajak kita sebagai Orang Sunda harus bersikap khususnya Forkopinda terutama Bupati Subang, Ketua DPRD Subang, Kapolres Subang, dan Kejari Subang membuat surat resmi yang dilayangkan ke MKD DPR-RI, Kapolri, Kejagung dan Menkopolhukam supaya Arteria Dahlan memohon maaf dan diberikan sanksi se-adil adilnya. Secara tegas! supaya dikemudian hari tidak dilakukan lagi baik oleh orang yang bersangkutan maupun oleh orang lain. Kita semua harus sadar dan faham isi dari UUD 1945, Pancasila, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika bukan hanya slogan saja merupakan missi suci dan keadilan hukum bisa ditegakan kepada siapapun dari golongan manapun tanpa memandang latar belakangnya.

Forkopinda Subang diharapkan untuk bersikap tegas dan mengeluarkan surat resmi terkait kata-kata Arteria Dahlan yang mengandung unsur rasisme dan pidana. apalagi subang sekarang punya tagline "Jawara" yang merupakan serapan bahasa sunda yang berarti "Orang Tangguh Yang Punya Keberanian Menyatakan Benar Adalah Benar" kalau tidak bersikap ganti saja tagline nya jadi "Kababawa" ini adalah bukti cinta kami terhadap Indonesia Raya.

Hatur Nuhun... Rahayu Bagea Ki Sunda...!

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers