Ribuan Karyawan DAOP 3 Cirebon Divaksin Booster



Reporterjabar.com - Cirebon, Dalam rangka menghadapi penyebaran Covid-19 varian Omicron, serta guna mewujudkan layanan transportasi kereta api yang bebas dari penyebaran Covid-19, sebanhak 1.204 pegawai PT KAI Daop 3 Cirebon menerima suntikan vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) jenis vaksin AstraZeneca. Kegiatan vaksinasi ini dilakukan secara bertahap selama 6 hari jam kerja, di antara tanggal 27 Januari - 4 Februari 2022. Vaksinasi sendiri melibatkan 8 vaksinator.

Vaksinasi Booster tersebut diberikan kepada para pegawai PT KAI Daop 3 Cirebon yang saat ini, telah memiliki e-tiket Vaksin Booster. Dimana persyaratan guna mendapatkan e-tiket tersebut, peserta harus telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap, minimal enam bulan sebelumnya.

“Guna mewujudkan transportasi kereta api yang bebas dari penyebaran Covid-19, sekaligus mendukung program pemerintah, pada tanggal 27 Januari - 8 Februari 2022 dilakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) kepada pegawai PT.KAI Daop 3 Cirebon. Diharapkan dengan kegiatan ini, bisa memberikan semangat kepada para pegawai PT KAI Daop 3 Cirebon untuk terus melayani masyarakat secara baik di tengah Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung,” Jelas Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Kamis 27/01/2022.

PT KAI Daop 3 Cirebon akan terus menyelenggarakan angkutan transportasi kereta api dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Terhitung sejak 3 Januari 2022, persyaratan naik kereta api kembali menggunakan aturan yang tertuang dalam SE Kemenhub RI No:97/2021, setelah masa berlaku SE Kemenhub No: 112/2021 berakhir pada tanggal 2 Januari 2022. 

"Terhitung tanggal 3 Januari 2022, persyaratan naik KA kembali menggunakan aturan di SE Kemenhub No:97/2021. Dimana bagi calon penumpang KA jarak jauh dengan usia diatas 12 tahun wajib sudah di vaksin minimal 1 kali. Selanjutnya bagi calon penumpang KA jarak jauh dengan usia di bawah 12 tahun, bisa kembali menggunakan hasil negatif dari Tes Rapid Antigen yang berlaku 3 x 24 jam sebagai surat keterangan bebas Covid-19,” tutup Suprapto.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers