Permudah proses monitoring sampai evaluasi, PT DAHANA susun E-Ticketing IT dan aplikasi HSE

Reporterjabar.com, Subang - Guna mempermudah pencatatan, proses monitoring serta evaluasi bidang-bidang terkait PT. DAHANA melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Organisasi (PSDMO) PT DAHANA,  kembali menggelar program Duduk Bersama Berbagi Ilmu (DBBI), agenda yang diangkat kali ini adalah Sosialisasi E-Ticketing IT dan Aplikasi HSE PT DAHANA. Dengan pemateri Novian Tiandini dari tim Sistem Informasi, acara dihelat melalui zoom meeting, Selasa (25/1/2022). Sesuai dengan arahan Kementerian BUMN bernomor Per-03/MBU/02/2018 tentang Panduan Penyusunan Pengelolaan Teknologi Informasi BUMN dan peraturan mentri perindustrian nomo 21 tahun 202 tentang pengkuran tingkat kesiapan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0, DAHANA mendukung proses penggunaan IT dengan membangun aplikasi E-Ticketing dan HSE.

Dalam pemaparannya, Dini menyampaikan bahwa aplikasi E-Ticketing merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk memfasilitasi karyawan DAHANA dalam membuat tiket digital terkait dengan pelaporan permintaan layanan dan insiden IT. 

"Salah satu tujuan dari dibuatnya aplikasi ini adalah sebagai alat ukur kinerja IT service desk, serta peningkatan nilai IT Maturity Level," ujar Dini.

Dini juga menjelaskan, dengan adanya E-Ticketing, pelaporan insiden yang terjadi berulangkali dapat digolongkan sebagai problem yang harus dicari root casusenya untuk dapat diselesaikan dan jika diperlukan dapat dieskalasi pada pihak yang bertanggung jawab untuk segera mendapatkan penyelesaian. Sebagai contoh, jika terjadi laporan berulangkali atas putusnya koneksi internet, maka tim IT dapat mencari akar masalah penyebabnya misalnya dengan mengganti perangkat yg menjadi sumber masalah atau melaporkannya kepada pihak provider jika akar masalahnya dari pihak provider. 

Keuntungan lain dari penggunaan aplikasi ini adalah cakupannya yang menyeluruh pada setiap layanan dan insiden terkait IT, sekaligus dapat memonitoring perhitungan respon time dan recovery time atas insiden IT yang terjadi, dari sejak pelaporan hingga proses penyelesaiannya. Usai menjelaskan, tim IT kemudian mendemonstrasikan aplikasi dan petunjuk penggunaan E-Ticketing.

Sementara itu, untuk mengurangi inkonsistensi pelaporan, meningkatkan partisipasi pelaporan, serta mobilisasi tindakan kolektif pada bidang K3L (Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan), tim IT juga meluncurkan aplikasi HSE (Health, Safety, and Environment). Aplikasi ini akan mentransmigrasi pelaporan manual yang kurang efektif menjadi laporan digital.

"HSE merupakan metodologi untuk mempelajari dan menerapkan aspek-aspek praktis dalam melindungi lingkungan dan menjaga kesehatan serta keselamatan bagi setiap pekerjaataupun tamu, dan berbagai pihak terkait yang berada di lingkungan kerja perusahaan," terang Dini.

Dini juga menerangkan, aplikasi HSE digunakan untuk melakukan otomasi pencatatan, pelaporan, dan pembuatan insight laporan dari HSE tersebut. Rencananya konversi laporan akan berjalan secara paralel (manual dan aplikasi) dalam tiga bulan ke depan, untuk proses adaptasi, dan penyempurnaan aplikasi HSE.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers