Kondisi Jalan Yang hancur kembali setelah adanya perbaikan yang asal-asalan

tepat depan RM. Sangkuriang panjang lubang 60cm dengan kedalaman lebih kurang 25cm


 Jalan penghubung Kota Subang dengan Kota bandung, tepatnya di jalur Cijambe sampai Tambakan Kecamatan Jalancagak Subang kondisinya sangat memprihatinkan.

Jalan Raya Subang Bandung antara ruas  Jalancagak sampai dengan Cijambe dalam kondisi berlubang-lubang yang cukup menganga, dengan lebar antara 40 hingga 1 meter, dengan kedalaman antara 20 hingga 30 centimeter.

Sehingga dapat membahayakan para pengguna jalan khususnya pengendara roda dua, terlebih di saat musim penghujan seperti sekarang ini. 

Eci salah seorang pengguna jalan mengeluhkan, dengan Kondisi jalan rusak seperti ini. "Ya riskan saja pak, kita jalan harus berhati-hatilah, kalau tidak berhati-hati, bisa-bisa kita celaka. Selain lubangnya lebar-lebar, juga kedalaman lubanya cukup dalam juga pak, kalau ban motor masuk ke lubang dengan kecepatan tinggi, bisa membahayakan pengemudi," ujar Eci Minggu (29/1/2022).

Tak sedikit kata Eci pengendara roda dua yang mengalami kecelakaan, diperparah dengan adanya genangan air hujan. Banyak pengemudi atau pengendara yang tidak tahu ada lubang didepannya.

"Kalau lagi hujan atau hujan sudah reda, kita kan enggak bakalan tahu ada lubang yang menganga di depannya, pastinya kita main hantam saja,terlebih di sepanjang jalur tanjakan" terangnya.

Berdasarkan pantauan, terdapat kerusakan di beberap titik/ruas jalan yang rusak dan berlubang seperti jalan raya Cijambe – Subang, di daareh Sindangpalay, sekitar depan rumah makan ‘Abah’ atau depan Polsek Cijambe. Kemudian di jalan depan RM. Sangkuriang, Desa Tambakan Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.

Sementara yusef (40) salah seorang warga yang biasa jaga parkir depan RM. Sangkuriang mengaku, kondisi jalan tersebut sangat mengkawatirkan. “Melihat kondisi ruas jalan Subang – Bandung, dirasa sangat berhaya bagi pengendara baik roda dua maupun roda empat,” ungkapnya.

Sedangkan lanjut dia, sejauh ini dirinya belum pernah melihat adanya perbaikan yang serius dalam menangani sehingga kerusakan menjadi semakin parah. Apalagi saat ini curah hujan dengan intensitas tinggi (deras), sering terjadi di wilayah Subang, tuturnya.(HP)


Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers