Dandim Subang bicara tentang "Perang Informasi"

Reporterjabar.com, Subang - Komandan Kodim (Dandim) 0605 Subang, Letkol Irsad Wilyarto menuturkan bahwa perang yang sekarang terjadi adalah perang hybrid. Bukan hanya perang senjata fisik yang terjadi tetapi sudah menggunakan senjata informasi bisa disebut sekarang adalah perang informasi. Salah satu tantangannya ialah berita bohong atau HOAX di tengah masyarakat yang berakibat timbulnya keresahan di masyarakat.

"Bagi kami peran jurnalis dengan medianya menjadi unsur penting (dalam)  menjadikan wilayah menjadi baik. Karena media terdepan dalam mencari informasi dan menyampaikannya (kepada msayarakat). Sehinbgga bisa saling sharing tentang pembangunan dan keamanan bisa memberikan masukan-masukan yang sangat berharga," tutur Irsad di hadapan jurnalis Subang pada Acara Coffee Morning Kodim 0605 Subang bersama Insan Media Kabupaten Subang di Aula Makodim Subang, Jum'at (14/1).

Kemudian dia juga memberikan contoh berita tentang Covid-19 yang bisa menghambat orang masuk ke Indonesia. "Maka peran media lah yang melakukan counter-nya. Makanya kata saya dalam perang saat ini yang terdepan adalah media. Maka dari itu kita harus saling berkolaborasi dan berkoordinasi untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap bisa eksis dan bersaing dengan negara-negara lain," tuturnya lagi.

Selanjutnya ketika ditanya mengenai situasi dan kondisi di Subang, Irsad menyatakan dengan keberadaan jalan tol Cipali dan mulai beroperasinya Pelabuhan Internasional Patimban membuat dinamika masyarakat menigkat . Apalagi Subang menjadi bagian dari segitiga Rebana maka Subang akan ikut bergerak cepat. Sejalan dengan kemajuan tersebut akan banyak objek vital nasional (obvitnas) tercipta di Subang. "Oleh karena itu peran TNI dan Polri mempunyai tugas mengamankan itu. Tetapi itu juga harus dibantu oleh rekan-rekan media juga," katanya.

Hal senada dikatakan perwakilan dari jurnalis, Dally Kardilan bahwa peran media sangat baik. Selama ini respon dari Kodim cukup baik. Bagi kami peran media untuk mengendalikan informasi. Jangan sampai terjadi penyalahgunaan informasi," ujarnya.

Maka dari itu hubungan silaturahim antara media dengan TNI harus ditingkatkan dan dijaga kesolidannya. Terkait dalam perang informasi kata Dally merupakan fenomena perang tersebut harus bisa mengendalikan informasi.

Pada kesempatan dilakukan olahraga bersama dengan keliling menggunakan sepeda mengelilingi Kota Subang sambil membagikan sembako kepada yang benar-benar membutuhkan. (Satriya)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers