Alena Selenggarakan Millennial Talks Bahas Pemanfaatan Sampah Plastik

Reporterjabar.com, Subang - Anak Millenial DAHANA (Alena) kembali menginisiasi gagasan terbaru untuk menyelesaikan problematika perusahaan. Inovasi kali ini membahas tentang "Pemanfaatan Limbah Plastik Domestik PT DAHANA menjadi Paving Block", diampu oleh anggota Alena Ahmad Rizaldi, diskusi berlangsung melalui Whatsapp Group Forum Alena, Rabu (26/1/2022).

Dalam pemaparannya, Rizal menyampaikan, limbah sampah plastik domestik perlu pengelolaan ekstra karena sampah plastik sulit terurai.  Hal ini juga sejalan dengan komitmen DAHANA yang mengusung prinsip go green. 

"Kita asumsikan bahwa 25% sampah domestik yang dihasilkan perusahaan berupa sampah plastik, maka jumlah sampah yang dihasilkan setiap bulannya mencapai 10,749 Kg. Sementara untuk membuat satu paving block persegi enam dibutuhkan 1 Kg sampah plastik, dan persegi panjang sebanyak 0,5 Kg," terang Rizal.

Cara membuat paving block menggunakan sampah plastik terbilang cukup mudah, Rizal menjelaskan, pertama sampah plastik harus dipilah dari jenis sampah lainnya, kemudian sampah plastik dicacah terlebih dahulu sebelum dilelehkan. Selanjutnya sampah plastik dicampur dengan bahan lainnya dan dimasukkan ke dalam molding yang sudah diolesi oli bekas, kemudian dimasukkan ke dalam air hangat, dan paving block terpisah dari cetakannya serta dapat digunakan.

Secara ongkos, pemanfaatan sampah plastik menjadi satu paving block hanya membutuhkan modal Rp. 100 dengan harga pasaran saat ini bisa mencapai Rp. 2000 per satu paving block, pemanfataan limbah plastik ini tentu menguntungkan. Selain dapat digunakan untuk keperluan paving block perusahaan, paving block juga bisa dikelola oleh unit terkait untuk dikomersialkan.

Rizal menambahkan, langkah membuat paving block dari limbah plastik dapat mendukung komitmen perusahan untuk mendapat proper hijau dan menjalankan prinsip-prinsip go green. Selain itu, hal ini dapat menjadi alternatif bagi perusahaan dalam mengelola limbah plastik domestik di lingkungan perusahaan.

"Dari estimasi berdasarkan data sampah domestik dari Unit Pelayanan Korporasi, manpower yang dibutuhkan untuk mengelola pembuatan sampah paving block dari sampah plastik hanya dua orang, karena proses pembuatannya juga cukup sederhana," ungkap Rizal.

Diskusi Alena kali ini pun berlangsung sangat dinamis. Rizal juga menambahkan, gagasan pemanfaatan limbah plastik domestik juga dapat dikerjasamakan dengan warga di sekitar perusahaan. Selain manfaat lingkungan, hal ini juga dapat membantu peningkatan perekonomian warga di sekitar perusahaan.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers