Video: Inilah indikator kegagalan Jimat-AKur realisasikan janji politiknya

Reporterjabar.com, Subang - Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang sempat ricuh berbuntut adu mulut diduga ada peserta aksi yang dijambak rambutnya oleh aparat yang menghadang saat hendak masuk ke Kantor Bupati Subang. Mereka berniat ingin berdialog dengan BUpati Subang. Karena menurut Ketua HMI Subang, Adam Hasyim pihaknya mau masuk ingin bertemu dengan bupati tetapi tidak ada respon sama sekali. "Padahal pada awal memimpin saya ingat betul bahwa Bupati berjanji berdialog dengan mahasiswa kalau berunjuk rasa. Tetapi hari ini sudah sekian kalinya tidak ada responnya," ujarnya menyayangkan ditengah aksi yang berlangsung Senin siang (20/12/21) ini dalam rangka mengkritisi kinerja Kepemimpinan Haji Ruhimat - Agus Masykur atau Jimat - Akur dinilai gagal merealisasikan janji-janji politiknya.
Adam menyebutkan bahwa ada enam poin yang menjadi ukuran kegagalan relisasi janji-janji politiki ialah:

"Pertama tentang transparansi APBD, DPA dan RAB, yang kedua membagun jembatan minimal 2 trilyun rupiah. Ketiga bekerja sama dengan KPK RI, keempat gratis sumbangan pendidikan bagi siswa tidak mampu, kelima gratis biaya kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, keenam menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja laki-laki. Keenam poin itu belum terealisasi," ujarnya.

Selain itu kami mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk lebih serius dalam melaksanakan Program Prioritas Jawara Kabupaten Subang diantaranya:

a) Peningkatan kualitas pendidikan dan agama
b) Percepatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan insfrastruktur
c) Peningkatan derajat kesehatan masyarakat
d) Peningkatan produksi dan daya saing ekonomi
e) Optimalisasi penggalian potensi kepariwisataan (Namun dalam hal im kami menilai pembangunan ke pariwisataan jangan sampai merusak lingkungan.
f) Peningkatan kualitas daya dukung lingkungan hidup
g). Reformasi Birokrasi peningkatan pelayanan Perangkat Daerah dan penegakan hukum publik, peningkatan kinerja
h) Serta pemulihan kondisi sosial dan ekonomi akibat pandemi covid-19

Serta mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk lebih tegas dalam menindak lanjuti tempat-tempat yang dijadikan sebagai penyumbang terbesar untuk PAD Daerah Kabupaten Subang seperti Tempat Wisata, BUMD dan tempat-tempat parkir baik dibahu jalan maupun di dalam gedung/kantoran.



Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers