Stasiun Cirebon Gelar Kampanye Gerakan Lindungi Anak dan Perempuan



Reporterjabar.com - Cirebon, Sebagai bagian dari Peringatan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan, Sabtu, 11 Desember 2021, Komunitas Pecinta Kereta Api “Edan Sepur” bersama Humas PT KAI Daop 3 Cirebon melaksanakan kegiatan kampanye guna menggugah kesadaran masyarakat agar peduli dan melakukan gerakan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Kampanye dilakukan dengan membentangkan spanduk ajakan menentang kekerasan kepada perempuan dan anak, membagikan souvenir menarik, dan membagikan balon, serta membagikan hand sanitizer dan masker kepada para penumpang KA dan masyarakat di Stasiun Cirebon.

“Kami berharap dengan adanya gerakan kampanye Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini, bisa menjadi momentum untuk menyadarkan masyarakat agar bersama-sama melakukan gerakan sosial dalam hal perlindungan kepada perempuan dan anak," ujar Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Sabtu 11/12/2021.

Melalui kampanye tersebut, ia berharap kasus pelecehan dan kekerasan kepada perempuan dan anak tidak terjadi lagi. 

"Hal ini bisa terwujud  adanya komitmen dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat akan hal tersebut,” imbuhnya.

Peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional ini, merupakan bagian dari hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang paling banyak terjadi di dunia. 

"Sekitar 1 dari 3 perempuan pernah mengalami kekerasan fisik dalam hidup mereka, biasanya hal tersebut dilakukan oleh orang terdekat," ujarnya.

Setiap tahunnya, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. 

Dilansir dari situs PBB, para aktivis hak-hak perempuan menetapkan tanggal 25 November sebagai hari melawan kekerasan berbasis gender sejak tahun 1981. Tanggal ini dipilih untuk menghormati tiga aktivis politik dari Republik Dominika yang dibunuh secara brutal pada tahun 1960 atas perintah penguasa negara Rafael Trujillo (1930-1961). Kemudian pada tanggal 20 Desember 1993, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan melalui resolusi 48/104. 


Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers