Polres Indramayu Polda Jabar Bersama Forkopimda Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Lodaya 2021


INDRAMAYU - Polres Indramayu Polda Jabar menggelar apel pasukan Operasi Lilin Lodaya 2021 Polres Indramayu, bertempat di lapangan apel Mako Polres Indramayu, Jawa Barat, Kamis (23/12/2021).

Bertindak selaku pimpinan apel Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A., didampingi oleh Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif, S.I.K., M.H., Dandim 0616/Indramayu Letkol Inf. Teguh Wibowo, S.Sos.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Kasat Pol PP Indramayu Teguh Budiaraso, S.Sos., M.Si., Kepala Jasa Raharja Kab.Indramayu Manggala Aji Mukti, S.E., Kadishub Yudi Rustomo, Kepala BPBD Indramayu Drs. Dadang Oce Iskandar, M.Si., Kadinkes Indramayu Dr. Deden Bonni Koswara, M.M., PJU Polres Indramayu, Kapolsek Jajaran Polres Indramayu, dengan jumlah kuat personil 1 SST Kodim 0616/Indramayu, 1 SST Sat Polair Polres Indramayu, 1 SST Dalmas Polres Indramayu, 2 SST Polsek Jajaran Polres Indramayu, 1 SST Sat Lantas Polres Indramayu, 1 SST Sat Intelkam Polres Indramayu, 1 SST Sat Reskrim dan Sat Narkoba, 1 SST Sat Pol PP Kab. Indramayu, 1 SST Dishub Kab. Indramayu dan 1 SSR Jasa Raharja Kab. Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif melalui Kasi Humas Polres Indramayu Iptu Didi Wahyudi menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini dimaksudkan untuk mengecek kesiapan sebelum pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2021.

“Operasi Lilin Lodaya 2021 dengan tema "Melalui apel gelar pasukan Operasi Lilin Lodaya 2021 kita tingkatkan sinergitas dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2022,” tutur Iptu Didi Wahyudi.

Sambungnya, perayaan hari Natal dan Tahun Baru sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul dan bersukacita bersama keluarga serta merayakan pergantian tahun di berbagai lokasi.

Hal ini tentunya akan meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas dan kamseltibcarlantas penyebaran pandemi covid 19.

Liburan nataru berkaca dari pengalaman periode nataru tahun lalu peningkatan mobilitas masyarakat menyebabkan penambahan kasus konfirmasi sebesar 125% yaitu dari 6437 kasus per hari pada tanggal 26 Desember 2020 menjadi 14518 kasus per hari pada tanggal 30 Januari 2021.

"Lonjakan kasus covid-19 pada nataru 2020 perlu kita jadikan pelajaran dalam rangka menghadapi nataru tahun 2021 ini. Pada pelaksanaan Natal tahun ini kita perlu lebih berhati-hati khususnya dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron yang mengakibatkan lonjakan kasus di beberapa negara,” tambah Iptu Didi Wahyudi.

Disampaikannya, Varian Omicron yang memiliki kecepatan penyebaran 5 kali lebih cepat dari varian Delta ini telah ditemukan di 103 negara dengan total 105272 kasus termasuk di Indonesia saat ini sebanyak 5 orang telah teridentifikasi tertular varian omicron dalam keterangan pers Presiden Joko Widodo terkait perkembangan masuknya varian omicron di Indonesia.

Presiden mengingatkan bahwa sekarang yang harus kita lakukan adalah bersama-sama berupaya sekuat tenaga agar varian Omicron tidak meluas di tanah air, jangan sampai terjadi penularan lokal kita harus berupaya menjaga situasi di Indonesia tetap kita pertahankan jumlah kasus aktif agar tetap rendah tingkat penularan.

“Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah terkendali. Dimana tingkat penularan berada dibawah angka 1 dengan positif dan rumah sakit berada di bawah standar WHO. Terkendalinya laju Covid-19 ini membuat Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara dalam rangka pemulihan Covid-19 menurut indeksikal tentunya capaian ini harus kita pertahankan dengan tetap Waspada,” terang dia.

Masih kata Didi, berbagai upaya pencegahan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya pandemi Covid-19 dengan mengedepankan azas keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi populi suprema Lex. Oleh karena itu Polri dengan dukungan dari TNI dan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya menyelenggarakan Operasi Lilin 2021 yang dilaksanakan selama 10 hari mulai tanggal 23 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

“Fokus pengamanan adalah objek di seluruh Indonesia baik gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, objek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara. Dalam pelaksanaannya operasi ini akan melibatkan 177212 personel pengamanan gabungan yang terdiri personil Polri dan personil TNI serta Instansi terkait antara lain satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, dan Pemadam Kebakaran,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pra dan pasca Operasi Lilin 2021 pelaksanaan pengamanan Nataru ini tentunya tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah melalui Inmendagri Nomor 66 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Natal 2021 dan tahun baru 2022.

Dalam inmendagri tersebut telah diatur secara khusus ketentuan pelaksanaan kegiatan masyarakat dan perjalanan pada masa Nataru sesuai level assessment di masing-masing wilayah.

“Strategi penguatan pengendalian harus dilaksanakan dengan baik oleh seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mengendalikan penyebaran covid-19 menjelang dan sesudah nataru dengan langkah-langkah sebagai berikut kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3 m harus senantiasa dilaksanakan oleh seluruh masyarakat dengan penuh tanggung jawab penguatan PPKM mikro sampai di tingkat RT mendorong pengelola tempat wisata untuk mendapatkan sertifikasi dan seluruh seperti tempat ibadah restoran hotel pusat perbelanjaan toko perkantoran Terminal dan sebagainya untuk menggunakan aplikasi pedulilindungi setelah terpasang aplikasi harus benar-benar digunakan jika terdapat pengunjung,” ungkapnya.

Selain itu, melaksanakan penjagaan dan pengawasan pelaksanaan ibadah natal di gereja kesehatan harus dilaksanakan secara ketat mulai dari ibadah secara maksimal 50% dan kapasitas ruangan Proses 3M mengatur mobilitas Jemaat sirkulasi udara yang baik dan aturan lain yang sesuai dengan surat edaran Menteri Agama nomor 31 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan covid-19 pada perayaan natal tahun 2021.

“Dan persyaratan perjalanan pada berbagai moda transportasi juga harus betul-betul diawasi pelaksanaannya penguatan pengawasan karantina PPLN yang masuk ke Indonesia baik melalui jalur darat laut dan udara dilakukan pressing dan treatment dengan baik lakukan isolasi Mandiri isolasi terpusat atau perawatan di rumah sakit rujukan Sesuai dengan standar yang ada laksanakan rendem cek antigen kepada para pelaku perjalanan dan siapkan pelayanan vaksinasi serta isolasi sementara di Posyandu dan pos pam,” pungkas Iptu Didi Wahyudi.

 

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers