Nenek Usia 95 Tahun di Cirebon Dilaporkan Polisi Dituduh Melakukan Penipuan



Reporterjabar.com - Cirebon, Seorang lansia warga Sesa Gamel Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Wasini (95 tahun) dilaporkan ke Polisi. Wasini dituduh melakukan penipuan terkait jual beli tanah seluas 220 meter persegi yang juga miliknya sendiri. Pelapor adalah Y yang mengklaim tanah itu sudah dibeli seluruhnya. Peristiwa ini berawal, ketika Wasini  menjual sebagian tanahnya seluas 64 m2 kepada seseorang bernama Suali. Transaksi jual beli tanah tersebut diketahui Kuwu (Kepala Desa) dan tercatat resmi di desa setempat. Sisa tanah lainnya dijual oleh anak Warsini yakni Suwara (Almarhum) kepada Y.

 "Transaksi antara almarhum Suwara dan Y tanpa sepengetahuan Nenek Wasini. Saat itu, proses jual beli hanya ditandatangani oleh Suwara dan Y sebagai pembeli," kata kuasa hukum nenek Wasini, Miranti Kusumawardhani Rusyamsi, Selasa 7/12/2021.

Dengan alasan hendak mengukur tanah, Y meminjam sertifikat tanah yang belakangan diketahui pengukuran itu pun tidak pernah dilakukan. Bahkan sertifikat tanah yang dipinjam tidak dilaporkan ke Desa untuk dilakukan pengukuran.

"Y yang tidak memiliki tanah seluruhnya, justru kemudian mengaku dan menyebut dirinya memiliki seluruh tanah milik nenek Wasini," imbuhnya.

Mira melanjutkan, atas dasar ini pula Y melaporkan nenek Wasini ke Polisi atas dugaan penipuan.

"Yang menjadi pegangan kami, dari transaksi antara Suwara dan Y di kwitansi sama sekali tidak ada nama Wasini. Tetapi hanya ada tanda tangan Suwara dan Y saja. Ini jelas salah sasaran," tuturnya.

Ia menyatakan, harusnya yang digugat adalah yang bertanda tangan di kwitansi karena nenek Waaini pada intinya tidak tahu apa-apa.

"Si penggugat jual belinya sama siapa? Kenapa yang digugat ibunya yang sudah berusia 95 tahun dan tak tahu menahu," katanya.

Saat ini pihaknya tak memperdulikan hal tersebut. Karena dalam kasus ini, pihaknya justru telah mengambil langkah perdata.

 Tujuannya untuk menyelamatkan sertifikat dan hak kepemilikan Nenek Wasini atas tanah tersebut. Sehingga dengan belum selesainya gugatan perdata ini, otomatis gugatan pidana dari Y belum bisa ditindaklanjuti.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers