Tradisi Kepemimpinan Subang Perlu Diganti dengan Generasi Baru

Reporterjabar.com, Subang - Subang perlu perubahan kepemimpinan yang siginifikan. Agar tradisi kepemimpinan di Subang memberikan dampak yang bisa memberikan kesejahteraan kepada Rakyatnya. Maka dari itu perlu dimajukan pemimpin yang muda. "Saya kira kita perlu menciptakan tradisi baru oleh generasi baru. Kita perlu memotong tradisi ini dengan tradisi baru," ujar Ketua DpcPos Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Subang, Ahmad Baedhowie dalam acara Dialog Kebangsaan dengan tema "Implementasi Nilai-nilai Patriotik" dalam rangka Refleksi Hari Pahlawan di aula KPU Kabupaten Subang, Selasa (9/11/2021).

Kata dia minimal saja untuk pelaporan APBD setiap tahun bisa surplus. "Jangan defisit terus. Minimal nol rupiah saja dulu. Bisa, nggak? Kita sering dengar hanya defisit terus. Ya inginnya sih surplus," katanya.

Mengenai ironi Subang dituangkan dalam puisi Abah Renggo yang berjudul "Subang yang Menawan, Subang yang Aduhai". Dalam puisinya Abah Renggo menggambarkan betapa alam Subang yang kaya akan potensi, banyak menarik minat bangsa lain menikmatinya. Itu telah berlangsung lama sejak jaman kolonial hingga sekarang. Tetapi kurang memberikan dampak bagi kemakmuran Rakyatnya.

Sedangkan menurut Ketua LSM Pendekar, Wahyudin menilai bahwa pemimpin Subang yang selama ini berkuasa tidak bisa bekerja karena pembangunan banyak bermasalah. Terlebih dengan banyaknya infrastruktur yang jelek. Padahal banyak proyek berbasis APBN di Subang. "Seperti pembanguna Pelabuhan Internasional Patimban. Tetapi kondisi infrastruktur jalan masih banyak yang rusak," ujarnya.

Untuk mengimplementasikan tentang patriotik perlu ada sifat yang dilawan. Karena kata Ahmad Koncara atau yang biasa disapa Bram syarat untuk maju harus ada musuh yang dilawan.
Dia berharap berkumpulnya kalangan muda sekarang membawa pengaruh perubahan bagi Subang dimasa depan. "Jangan sampai perkumpulan kita jadi takhayul kubro," katanya.

Karena kalau sampai menjadi wujud takhayul akan menjadi dosa sebuah cita-cita yang tidak terwujud. Walaupun kita sendiri sering dininabobokan oleh dongeng-dongeng indah. Maka dongeng indah tersebut harus terwujud nyata.

Kemudian salah seorang tokoh muda, Jaka Arizona  mengungkapkan bahwa untuk memberikan dampaknya, generasi muda harus tampil dalam kekuasaan untuk melaksanakan perubahan. Salah satunya berani maju menjadi perwakilan di DPRD yang mempunyai legalitas dalam kekuasaan. "Jika suara perubahan itu hanya disuarakan di jalanan akan sulit wujud. Maka dari itu kalangan muda harus mau masuk pada kekuasaan dengan membawa cita-cita perubahan itu," tuturnya.

Kegiatan Dialog Kebangsaan ini diselenggarakan dalam rahgka Hari Pahlawan 10 November. Dengan mengusung tema "Implementasi Nilai-nilai Patriotik" dalam rangka Refleksi Hari Pahlawan. (Satriya)


Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers