Laskar NKRI Subang Pertanyakan Pemalsuan Dokumen CPNS K2 Bodong

Repoterjabar.com, Subang - Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar NKRI Kabupaten Subang menggeruduk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kantor Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia ( BKPSDM) dan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayanan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Senin (22/11/2021).

Dalam aksinya di Tiga Kantor tersebut , massa mempertanyakan mengenai legalitas Guru PNS   Nunung yang saat ini mengajar di Sekolah SD Pelita yang ada di Kecamatan Pagaden, Subang.

Menurut Ketua Laskar NKRI Kabupaten Subang, Anton Nugraha yang didampingi Black, Kabag Umum NKRI mengatakan, bahwa NKRI mendatangi ketiga Kantor untuk mempertanyakan terkait legalitas PNS Bernama Nunung yang notabene menjadi tenaga honorer pada tahun 2012 dan diangkat jadi PNS pada tahun 2014. 

Menurut Anton Surat Keterangan Sukwan atau SP yang ditandatangani Kepala Sekolah untuk Atasnama Nunung itu patut di duga menyalahi aturan.

Karena mulai masuk tenaga Sukwan ditahun 2012 sedangkan yang di jadikan Syarat untuk mengikuti Tes CPNS Katagori dua itu minimal harus tahun 2004 Akhir.

Sehingga menurut Anton bukan hanya Nunung sebenarnya banyak yang telah lulus CPNS disaat itu SP-nya diduga dipalsukan. "Namun kami Laskar NKRI hanya membuat sampel saja," tegasnya.
Menurut Anton SP  yang ditandatangani Kepala Sekolah menjadi tenaga honorer pada tahun 2004 yang menjadi masalah.

Dijelaskan Anton permasalahan ini bukan perkara perdata akan tetapi sudah  menjadi perkara pidana  karena SP yang menjadi Sarat mengikuti Tes CPNS Katagori dua itu harus sudah atau sedang aktif mengajar sejak paling akhir ditahun 2004 akhir. "Sedangkan Nunung  masuk Guru Sukwannya sejak tahun 2012  dia masuk CPNS tahun 2014," terangnya.

Sementara Blek selaku Bagian Umum di  Laskar NKRI menambahkan dia meminta kepada Disdikbud untuk membuktikan secara ilmiah keberadaan Nunung yang saat ini sebagai PNS guru pengajar yang diduga telah melakukan tindakan melawan hukum karena telah melakukan  pemalsuan dokumen,  Laskar NKRI juga akan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Resort Subang yang bisa mengusut tuntas kejadian ini. "Kami meminta kepada Dinas Pendidikan agar segera memanggil sodara nunung dan kepala sekolahnya juga guru-gurunya yang mengajar pada tahun 2004 dan kami menunggu dalam waktu 4 hari agar secepatnya memanggil Mereka pungkasnya.( HAB)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers