VIDEO: DPRD Kabupaten Subang Sayangkan SDM TAPD dalam Penyusunan APBD


Reporterjabar.com, Subang - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang, Elita Budiarti menyayangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemda Kabupaten Subang terkait dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2021). Kata dia semua fraksi sama menyoroti bahwa kinerja TAPD itu tidak baik. Pernah mengundang untuk mempertanyakan penyebab sampai terlambat memberikan dokumen. Jawabannya lupa (atau) teu engeuh. Seharusnya TAPD tahu tahapannya. Bahkan menduga ada konspirasi untuk mempermalukan Bupati. Seperti kesengajaan untuk ke dua kalinya dulu gagal bayar. Maka dari seharusnya open bidding menghasilkan pejabat dan SDM yang menempati tugas yang tepat. Mekanisme open bidding yang seharusnya menghasilkan the right job and the right place tetapi tetapi yang terjadi the wrong man, the wrong job and the wrong place. Karena penyusunan APBD butuh pejabat-pejabat yang berkualitas. Kondisi SDM di Subang sekarang ialah kelemahan OPD kemampuan dalam menginput Sistem Informasi Penganggaran Daerah (SIPD).
Pihaknya tidak suka melempar bola panas itu ke OPD. Padahal OPD itu user bukan pengambil keputusan. Itu yang harus dibedakan. Semua dilempar ke OPD. Kaitannya dengan pembahasan RAPBD tahun 2022 kata dia itu betul-betul terlambat. Padahal kita sudah melayangkan surat supaya sebelum pembacaan Nota Pengantar itu harus sudah ada. Tetapi sampai sekarang saat pembacaan pemandangan umum fraksi-fraksi belum ada juga. Pihaknya sudah minta dikirim buku APBD. Padahal nanti Senin akan membahasnya. Menurutnya untuk membahas RAPBD perlu acuan. Sedangkan yang ada Nota Pengantar isinya hanya narasi dan sedikit data. Tidak bisa dijadikan acuan untuk mengesahkan Kebijakan tentang APBD 2022. Kata dia Nota Pengantar tidak bisa menerjemahkan semuanya. Ini kan sudah terlihat. Mau terulang lagi. Padahal pihaknya sudah melayangkan surat yang seharusnya 3 hari menjelang pembacaan.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers