Bersama Pejuang 45 dan Squid Game, Daop 3 Cirebon Sosialisasikan Keselamatan Di Perlintasan

 


Reporterjabar.com - Cirebon, Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2021, sekaligus dalam upaya meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan raya dan keselamatan perjalanan KA. PT KAI Daop 3 Cirebon bersama para mahasiswa/i Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ)  dan Komunitas Pecinta KA "Edan Sepur" Wilayah Cirebon melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan pada perlintasan di Jalan Kartini Kota Cirebon, dengan menggunakan kostum perjuangan pahlawan serta kostum Squid Game. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pada acara sosialisasi ini, diisi dengan kegiatan membentangkan poster ajakan berdisiplin berlalu lintas, pembagian stiker keselamatan, pembagian boneka, masker dan aksi teatrikal oleh 8 mahasiswa/i UGJ.

"Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2021, kita mengajak warga Kota Cirebon untuk menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri dan masyarakat, melalui gerakan  selalu berdisiplin berlalu lintas terutama di perlintasan sebidang. Sosialisasi keselamatan ini ditujukan untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat di wilayah PT Daop 3 Cirebon dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, Rabu 10/11/2021.

Angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang di wilayah PT Daop 3 Cirebon terus menunjukan penurunan dalam 4 tahun terakhir ini, tercatat pada tahun 2018 terjadi 35 kasus, tahun 2019 terjadi 22 kasus, tahun  2020 terjadi 9 kasus, sedangkan untuk tahun 2021 pada periode Januari sampai awal November 2021 telah terjadi 5 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan raya diwajibkan menaati aturan yaitu dengan berhenti ketika alarm sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. 

Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.

“Semoga dengan nilai-nilai kepahlawan para pejuang, bisa menyadarkan dan mengingatkan kepada masyarakat dalam dukungan mewujudkan budaya berlalu lintas yang disiplin dan menjadi bagian dari budaya. Sehingga korban jiwa karena kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang bisa dihindarkan dan perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan raya juga selamat sampai ditujuan,” tutup Suprapto.


Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers