Bahas Cerita Rakyat Karawang, ini Keseruan Diskusi Publik yang Digagas Mahasiswa Unsika



Diskusi publik online yang diselenggaran mahasiswa KKN UNSIKA dengan penulis buku 54 Cerita Babad & Legenda Karawang, Asep R Sundapura, dilakukan pada Sabtu, 13 Oktober 2021 mengangkat topik “Revitalisasi Cerita Rakyat Karawang”. Diskusi publik via zoom meeting ini diharapkan menjadi pintu generasi muda menumbuhkan kecintaan terhadap cerita rakyat.

Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 100 partisipan yang berlatarbelakang profesi berbeda-beda, mulai dari mahasiswa, guru, hingga dosen. Karena diskusi bersifat publik, maka yang menjadi parisipan bukan hanya dari Kabupaten Karawang saja bahkan hingga luar pulau Jawa.

Pembukaan diskusi KKN dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ibu Dian Hartati. Dilanjutakan oleh koordinator kelompok KKN UNSKAR, Nurwinda Rahmawati, dalam sesi sambutan mengatakan bahwa diadakannya diskusi pubik ini diharapkan mampu menambahkan ilmu baru, relasi baru, dan pengalaman baru.

Saya berharap, dengan adanya acara ini mampu menambahkan ilmu baru, relasi baru, dan yang terpenting yaitu mendapatkan pengalaman baru. Karena pengalaman tidak bisa dibeli oleh apapun,” ujar Nurwinda.

Dikatakan oleh Kang Asep sebagai pembicara bahwa seorang masyarakat yang tidak mengenal sejarah dan budaya masa lalunya maka masyarakat tersebut akan tersesat. Oleh karenanya, hal tersebut menekankan pentingnya untuk mengenali identitas, kebudayaan, dan sejarah kita sebagai sebuah bangsa. Selain itu, Kang Asep sebagai budayawan sangat mengapresiasi diskusi yang diadakan mahasiswa KKN yang mengangkat tema tentang kebudayaan.

Saya mengapresiasi ketika mahasiswa Universitas Singaperbangsa ini mengadakan diskusi publik dengan mengangkat tema kebudayaan lokal,” tutur Kang Asep R Sundapura.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat luas dengan budaya yang beragam. Diperkuat dengan undang-undang kebudayaan No. 5 Tahun 2017 yang didalamnya mengatur tentang kemajuan kebudayaan meliputi sepuluh objek kebudayaan yang diatur oleh bangsa. Adapun sepuluh objek tersebut yaitu manuskrip (naskah kuno), adat istiadat, tradisi lisan, ritus, seni, bahasa, permainan rakyat, pengetahuan tradisional, seni dan olahraga tradisional.

Dalam diskusi ini, Kang Asep R Sundapura memfokuskan pembahasan mengenai tradisi lisan. Tradisi lisan bukan hanya mencakup dongeng maupun legenda tetapi juga menjelaskan tentang struktur sosial, sistem religi, sejarah, pengobatan, dan tradisi lainnya yang diwariskan secara turun temurun melalui lisan ataupun oral.

Meski diskusi dilakukan secara virtual, sesi diskusi yang dilakukan cukup interaktif. Terbukti jelas ketika sesi tanya-jawab dibuka, para peserta aktif bertanya melalui kolom chat maupun bertanya langsung dengan mengaktifkan microfon. Dengan demikian, terjadi komunikasi dua arah antara pembicara dengan penanya.

Sesi diskusi dan pemaparan materi yang disampaikan oleh pembicara berlangsung kurang lebih satu jam tiga puluh menit. Diskusi berjalan dengan lancar dan partisipan mendapat ilmu baru dari pembicara yang sudah dihadirkan oleh kelompok KKN UNSKAR.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers