Pengajian Teladani Rasulullah Saw

Dalam suatu riwayat Rasulullah Saw ditanya mengenai Inti ajaran Islam. Jawabannya adalah Akhlakul Karimah. Bahkan beliau mengulangi sampai Rasulullah menyebutkan 3 kali.
Lalu ditanya kembali apakah inti dari akhlak? Jawab beliau: Jangan berdusta, tepati janji, jadi orang yang amanah dan Istiqomah.
"Itulah kemudian yang dilakukan Rasulullah sampai beliau banyak yang percaya bahkan dari orang-orang yang belum beriman sekalipun," ujar dr. H. Encep Sugiana dalam acara pengajian rutin di Masjid Al-Ikhlas Komplek PDK Subang, Sabtu Malam (30/10/2021).

Materi yang disampaikan adalah pentingnya meneladani akhlak Rasulullah Saw, karena dengan berakhlak yang baik sampai disebutkan bahwa amalan yang banyak manusia ke surga ialah: Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik. Makanya akhlak harus menjadi hal yang penting dalam kehidupan. 

Pengajian ini sebagai upaya internalisasi semangat kehadiran Rasulullah Saw. Supaya bersyukur kepada Allah yang telah mengutus Rasulullah Saw. Bahwa kehadiran Rasulullah untuk meningkatkan kualitas hidup. "Dengan shalawat sebagai wujud rasa syukur sehingga menimbulkan semangat," ujarnya.

Karena tugas Rasulullah ada dua, yaitu menyampaikan risalah dan menjadi contoh dalam menjalankan risalah. "Makanya Qur'an menggambarkan bahwa akhlak beliau adalah Al-Qur'an. Sampai Siti Aisyah ditanya bahwa akhlak Beliau yaitu Al-Qur'an," tuturnya.

Oleh karena itu Rasulullah Saw
Harus menjadi idola oleh umatnya.
Kita harus mengidolakan dari semua kontek kehidupan. Rasulullah sebagai teladan.
"Termasuk konteks berhubungan sosial, rumah tangga yang sakinah mawadah wa rohmah ikuti Rasulullah Saw. Momentum pengajian ini untuk meneladani akhlak Rasulullah Saw.
Gambaran Akhlak Rasulullah Saw.
Budi pekerti yang agung," tuturnya.

Kaitannya dengan Pandemi, dr. Encep mengingatkan tentang pentingnya protokol kesehatan dan partisipasi vaksinasi oleh warga. Sebagai ikhtiar menuntaskan Pandemi. "Tetap waspada dengan mencuci tangan, menggunakan masker. Karena itu kebiasaan baik. Kita semua berharap pandemi segera berakhir agar gelombang ketiga tidak sampai terjadi. Semoga kejadian Pandemi bisa meningkatkan kualitas kehidupan. Semoga takwa kita makin mantap. Itu yang penting mah," ujarnya.

Pengajian ini merupakan salah satu kegiatan yang dimulai kembali setelah masa pandemi berlangsung hampir 2 tahun.
Menurut Ketua DKM Al-Ikhlas, Ustadz H. Syarifuddin bersyukur bahwa semangat ukhuwah 
Selama Covid-19 banyak sakit hati karena keterbatasan. Diantaranya berkunjung antar tetangga dengan penuh keterbatasan. Ternyata semangat ukhuwah masih tinggi.

Posts kesempatan tersebut dipanjatkan do'a kepada yang telah meninggal dan tengah sakit. Salah satunya tokoh senior Bapak Emang Suherman yang tengah sakit. (Satriya).

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers