Jonatan : "Tidak perlu menjadi Superman untuk jadi pahlawan di dunia nyata"



Reporterjabar.com - Cirebon, Jonatan Subardi, S.Kom. pemuda asal Kota Cirebon Jawa Barat yang juga seorang influencer dan content creator di instagram, ia baru saja menerima piagam penghargaan dari UPTD PMI Kota Cirebon atas pencapaiannya yang sudah rutin mendonorkan darahnya secara sukarela sebanyak 25 kali terhitung sejak tahun 2014 hingga 2021. Itu artinya dalam setahun Jonatan bisa 3 hingga 4 kali mendonorkan darahnya secara rutin.

Baginya menjadi pendonor darah secara sukarela juga sudah menjadi seorang pahlawan di dunia nyata.

"Untuk menjadi seorang pahlawan kita tidak perlu menjadi superman atau wonder woman, dengan mendonorkan darah secara sukarela saja kita sudah menjadi pahlawan yang sesungguhnya di dunia nyata," tutur jonatan yang juga berprofesi sebagai Public Relations dan Penyiar Radio ini, Sabtu 30/10/2021.

Ini kali kedua bagi Jonatan mendapat penghargaan dari PMI Kota Cirebon yang pertama saat 10 kali donor darah di tahun 2016 dan yang kedua 25 kali di tahun 2021.

"Saya bangga karena hingga saat ini masih bisa rutin per tiga bulan sekali melakukan donor darah secara sukarela. Dan dengan penghargaan ini membuat saya lebih bersemangat untuk bisa mendonorkan darah  terus hingga saya tidak diperbolehkan lagi donor," ucap pemuda yang juga pernah menyandang Duta Pemuda Jawa Barat 2016 lalu.

Jonatan berharap, para anak muda atau generasi milenial saat ini memiliki kesadaran untuk bisa membantu sesama dengan langkah kecil seperti mendonorkan darah secara sukarela.

"Sudah menjadi tugas saya untuk bisa menginfluence followers saya yang ada di media sosial saya agar tidak perlu takut untuk mendonorkan darahnya. Karena selain membantu sesama mendonorkan darah ini juga banyak sekali manfaatnya untuk tubuh kita. Dan harapan saya para pemuda mau tergerak hatinya untuk bisa membantu sesama dengan mendonorkan darah bagi yang membutuhkan," pungkasnya.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers