Video: Buruh Subang Tuntut Kenaikan Upah, Begini Jawaban Kadisnaker



REPORTERJABAR.com, Subang - Sekitar 200 buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang melakukan aksi mengajukan tuntutan kenaikan upah buruh di 28 perusahaan yang ada di Subang.Dalam aksinya mereka melakukan jalan kaki dan menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil dan berlangsung di depan kantor Pemda Subang, Kamis (28/10/2021).

Adapun tuntutan yang mereka ajukan diantaranya:
- Dicabutnya omnibus Law
- Menerbitkan peraturan Bupati untuk melindungi upah sektor- Naikkan UMK Subang tahun 2022 sebesar 15%
- Terbitkan Perda ketenagakerjaan yang pro buruh.

Tuntutan tadi dituangkan dalam berbagai media seperti spanduk, banner dan kertas karton yang dibawa sambil berjalan. Bahkan diantaranya membawa boneka gurita raksasa berwarna hitam yang digotong oleh buruh.

Aksi buruh sempat berhenti di depan gerbang Gedung DPRD sambil menyuarakan tuntutannya. Setelah selesai kemudian bergerak menuju ke kantor Pemda Subang.

Setelah sampai di depan kantor bupati Subang kemudian mereka menyanyikan lagu Indonesia raya sebagai bentuk memperingati hari sumpah pemuda yang kebetulan jatuh pada hari ini. Lalu dilanjutkan dengan aksi orasi menyuarakan tuntutan secara bergantian. Mereka menginginkan bertemu dengan Bupati Subang  mempertanyakan hasil pertemuan dengan para pengusaha terkait kenaikan upah buruh.

Mengenai tuntutan para buruh yang menuntut kenaikan upah, ditanggapi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni menyebutkan untuk itu perlu kajian yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Kabupaten (DPKab) Subang yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, buruh, akademisi dan tokoh masyarakat. Kajian tersebut belum dilakukan Nanti kan untuk memutuskan kenaikan itu melalui rapat DPKab sebelumnya. (Nanti) ada lokakarya lalu ada keluar data resmi yang dirilis pemerintah.Aturannya sudah jelas berdasarkan PP No. 36 tahun 2021 tentang Pengupahan. "Jadi kita keluarkan nilai upah by regulasi sesuai aturan. Aturan PP no 36 tahun 2021. (Satriya)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers