801 Mahasiswa UGJ Cirebon Diwisuda Sesuai Prokes



Reporterjabar.com - Cirebon,  Mahasiswa/i Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon diwisuda sesuai dengan protokol kesehatan. Wisuda sarjana dan magister ke-60 dan 61 tahun 2021 UGJ Cirebon, kali ini dibagi menjadi dua sesi, mengingat masih dalam situasi pandemi dan harus dengan protokol kesehatan.

Ketua Panitia wisuda Dr. H. Jaja mengatakan, wisuda sarjana dan magister terdiri dari 801 wisudawan/wisudawati dari berbagai program Studi (Prodi) dari masing-masing Fakultas, termasuk sekolah Pascasarjana. Terdiri dari 16 Prodi Sarjana, 4 program Pascasarjana dan 2 program profesi.

“Wisuda kali ini kami tidak menyajikan gelaran-gelaran seni dan sebagainya. Kami masih menyelenggarakan wisuda tentunya dengan menjalankan Prokes seperti tahun sebelumnya di era pandemi ini," katanya, Rabu 27/10/2021.

Rektor UGJ Cirebon Mukarto Siswoyo mengatakan, ini adalah wisuda yang ketiga kalinya dalam situasi Pandemi. Namun, dalam situasi Pandemi keceriaan dan optimisme terlihat dalam wajah para wisudawan yang siap menjadi agen-agen perubahan.

"Para wisudawan telah memiliki kompetensi baik hardskill dan softskill sesuai dengan keahliannya. Walaupun situasi masih pandemi, momentum ini dijadikan ide-ide kreatif, buktikan saudara-saudara bukan menjadi penonton tetapi produktif dan bisa membuka lapangan pekerjaan," ujarnya.

Ketua Yayasan PSGJ Dadang Sukandar Kasidin mengingatkan, kepada para dosen untuk selalu membesarkan, meninggikan, dan mengagungkan Allah SWT dalam membesarkan  UGJ, meningkatkan loyalitas kepada lembaga dan mengukuhkan kesadaran, disiplin dan komitmen pada peningkatan kinerja, produktivitas, inovasi dan kreativitas.

“Untuk menjalankan kehidupan di dunia ada beberapa Kunci keberhasilan dalam hidup ini, yakni 1. mendapatkan ridho dan Rahmat dari Allah, 2. jujur, 3. kita harus berprasangka baik pada orang lain dan menjadi manusia yang beruntung, 4. ikhlas dan 5. membahagiakan orang tua serta jangan menyakiti hati orang tua” imbuhnya.

Sementara, Panglima Kostrad Letjen TNI yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Dudung Abdurochman menambahkan, akselerasi pertumbuhan teknologi yang bergerak naik secara eksponensial mengharuskan seorang pemimpin di era digital harus mempunyai sikap mampu memahami/intuisi, adaptif dan pandai dalam banyak hal, visioner dan imajinatif, inovatif, mengikuti perkembangan informasi,  memiliki rasa kemanusiaan, kreatif, dan berfikir tentang konseptual.

"Jadi seorang pemimpin harus mempunyai imajinasi, harus punya inovasi, harus memiliki visi misi, harus punya harapan dan cita-cita, kalau tidak punya ini semua jadi lulusan/orang secara umum rata-rata air saja," pungkasnya.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers