SMAN 2 Kota Cirebon Gelar PTM dengan Prokes Ketat



Reporterjabar.com - Cirebon, SMAN 2 Kota Cirebon telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan pengetatan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah. Prokes yang dilakukan diantaranya adalah membatasi jumlah siswa di kelas sebanyak 50%, bangku kelas berjarak lebih dari 1 m, sebelum masuk siswa dicek suhu tubuhnya, dan lainnya. Selain itu, para siswa dan orang tua menjalani screening kesehatan online melalui google form, bahkan kesehatan siswa dipantau setiap minggunya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya klaster sekolah dan menekan angka kasus COVID-19.

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Cirebon Nendi mengatakan, jam belajar siswa diatur berdasarkan nomor absen di samping itu, siswa yang tidak mendapat giliran belajar di kelas bisa mengikuti pelajaran secara online.

"Jumlah siswa per kelas dibatasi sebanyak 50 persen, jam masuk dan pulang sekolah juga disesuaikan dengan situasi selama Pandemi," katanya, Senin 13/09/2021.

Ia menyatakan, sebelum PTM dimulai seluruh siswa telah menjalani vaksin lengkap atau sebanyak 2 kali.

"Kami adalah sekolah pertama di Kota Cirebon yang menggelar vaksinasi, para guru pun sudah divaksin," imbuhnya.

Namun, ia memastikan vaksinasi bukan persyaratan utama bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran PTM. Pasalnya, para orang tua pun menyatakan kesediaannya P melalui surat tertulis.

"Seluruh unsur sekolah termasuk orang tua menyetujui PTM ini kembali dibuka, tentunya dengan beberapa pertimbangan salah satunya adalah pemberlakuan prokes yang ketat," ujarnya.(Frans)


Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers