Natsir, A Hassan, dan Persatuan Islam (Bagian ke 3)

Oleh: Artawijaya

Karena kemampuannya di bidang agama, pada tahun 1926 A Hassan ditarik menjadi guru agama Persatuan Islam. Ia yang awalnya ingin kembali ke Surabaya untuk memimpin perusahaan tenun, akhirnya memenuhi permintaan Haji Muhammad Yunus dan teman-teman Persis lainnya untuk mengabdi menjadi guru agama. Sejak bergabungnya A. Hassan, Persis dikenal sebagai organisasi yang dikenal tegas dalam memerangi takhayul, bid'ah dan khurafat. Anggaran dasar Persis menyatakan organisasi ini dibentuk untuk memajukan Islam dengan landasan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi saw. Pada tahun 1926 itu pulalah Natsir yang sangat dekat dengan A. Hassan, bergabung menjadi anggota Persis.

Masuknya A. Hassan, Natsir dan beberapa aktivis JIB dalam keanggotaan Persis membuat gerak organisasi ini terus berkibar. Pada bulan Maret 1929 yang bertepatan dengan Ramadhan 1347, di rumah A. Hassan, para aktivis Persis mendirikan Komite Pembela Islam, sebuah lembaga didirikan untuk mengkonter gerakan zending Kristen yang banyak menerbitkan buki-buku, brosur dan ceramah-ceramah yang mencemooh Islam. Sebagai seorang intelektual, A Hassan dan Natsir membantah pelecehan yang dilakukan para misionaris itu lewat tulisan yang ia sebarkan lewat Majalah _Pembela Islam_, majalah yang didirikan oleh komite ini.

(Bersambung)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers