Menyedihkan, Akibat Terhimpit Ekonomi Buku Sekolah Diembat Juga

Reporterjabar.com, Subang - Karena himpitan ekonomi tiga orang pelaku melakukan pencurian buku sekolah. Dikatakan Kapolres Subang, AKBP Sumarni pencurian sudah marak terjadi dimulai dari bulan Maret sampai dengan September, penampungan hasil kejahatan tersebut ada di Cipeundeuy dan Kalijati selama ini Mereka menjual buku per kilonya dijual sekitar satu setengah sampai 1.8. "Lokasi yang sudah kami amankan ada 6 TKP ya ada di Cijambe, Kalijati, Cibogo,compreng kemudian di Cipeundeuy dan Purwadadi," ujarnya dalam acara Konferensi Pers SatReskrim Polres Subang, (27/09/2021).

Modus para pencuri tersebut menggunakan kendaraan pickup kemudian masuk sekolah dengan melompati pagar dan merusak gembok di ruang perpustakaan lalu mengambil buku-buku yang ada di perpustakaan.

Lanjut Sumarni, pihaknya berharap guru-guru sekolah menyampaikan informasi kepada kami, apa bilang di sekolahnya terjadi kasus pencurian buku. "Kadang-kadang guru mungkin tidak melaporkan karena dianggap ini hal yang sepele dan dijadikan kesempatan oleh para pelaku," imbuhnya.

Masih kata Sumarni, dia meminta para kepala sekolah mengaktifkan petugas penjagaan internal di lingkungan sekolah piket dari malam sampai subuh kemudian kita juga berharap pada sekolah memasang kamera CCTV.

Kepada pelaku diancam pasal 363 tentang pencurian dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers