Ini Syarat Batu Naik KA Jarak Jauh



Reporterjabar.com - Cirebon, Menyikapi perpanjangan masa PPKM Level 4, 3 dan 2 hingga tanggal 20 September 2021, PT KAI Daop 3 Cirebon tetap memberlakukan syarat-syarat protokol kesehatan yang harus dipenuhi oleh calon penumpang KA Jarak Jauh sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran Kemenhub RI No: 69 Tahun 2021. Dimana syarat utama bagi seluruh pelanggan KA Jarak Jauh yang harus dipenuhi adalah telah melakukan vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama dan mempunyai surat bebas Covid-19 berupa hasil negatif dari tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau hasil negatif dari Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

“Data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding, karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding. Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan," ujar Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon.

Jumlah penumpang KA yang naik selama era perpanjangan PPKM pada periode 1 sampau 13 September 2021 yang lalu di seluruh stasiun wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon, total sebanyak 9.287 orang. “PT KAI Daop 3 Cirebon tetap memberlakukan persyaratan bagi para penumpang KA Jarak Jauh sesuai dengan ketentuan yang berlaku," imbuhnya.

Guna mensukseskan  program Vaksinasi Covid-19, PT KAI Daop 3 Cirebon menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 di Klinik Mediska samping Stasiun Cirebon Kejaksan bagi calon penumpang KA secara gratis. Tercatat sejak dioperasionalkan pada tanggal 3 Juli sampai 14 September 2021, jumlah calon penumpang yang telah mengikuti vaksinasi sebanyak 2.772 orang.

“PT KAI Daop 3 Cirebon akan selalu mendukung program pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Dimana ketentuan untuk protokol kesehatan di transportasi kereta api tertuang dalam Surat Edaran Kemenhub RI Nomor 69 tahun 2021, dimana aturan ini berlaku sampai dengan waktu yang ditentukan dikemudian hari dan akan dievaluasi sesuai kebutuhan,” tutup Suprapto.(Frans)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers