Dukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, H. Ayep Zaki Luncurkan Program Pelatihan Cukur Rambut


SUKABUMI - Ketua Umum Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB), H. Ayep Zaki dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Beliau bersama FKDB memiliki program skala prioritas dalam membangun bangsa yang terdiri dari program pertanian, pelatihan pijat refleksi, dan mitra paroan sapi dan kambing. 

Tak hanya itu, dengan tekadnya dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyakarat, H. Ayep Zaki menggalakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan cukur rambut yang saat ini baru diluncurkan.

Kegiatan pelatihan cukur rambut yang dilaksanakan hari ini Jumat (3/9/2021) bertempat di dua wilayah yakni Desa Limbangan dan Desa Sukaraja ini diikuti oleh 10 orang peserta serta dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sukaraja, Yusup Kohar dan tokoh pemuda. 

Dalam kehadirannya Yusuf Kohar sangat antusias sekali dan mendukung serta memohon supaya kegiatan ini terus berlanjut dan berkesinambungan bersama-sama untuk membangun ekonomi masyarakat.

Pada hari sebelumnya, Ajat Sudrajat selaku petugas lapangan FKDB pun tak lupa untuk memberikan arahan sekaligus penjelasan mengenai program prioritas FKDB, tata tertib beserta indikator ketercapaian setelah pelatihan kepada para peserta.

"Kegiatan pelatihan hari pertama ini mengenai pengenalan alat-alat cukur dan cara mengoperasikannya, serta memberikan contoh bagaimana mencukur di bagian samping, bawah dan belakang kepala" ucap Ajat Sudrajat

H. Ayep Zaki menyampaikan bahwa akan terus mendukung dan konsisten dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, harapannya dengan program ini dapat membantu masyarakat dalam membuka lapangan pekerjaan khususnya disituasi pandemi Covid-19.

"Saya bersama FKDB akan terus berkomitmen dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dan semoga program-program FKDB dapat membantu perekonomian masyarakat," pungkasnya.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers