Tuntutan Salah Alamat, Kuasa Hukum Yakim Terdakwa Kasus Penganiayaan Dosen UGJ Bebas



Reporterjabar.com - Cirebon, Sidang kasus penganiyaan dosen Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon terus bergulir. Kali ini agenda sidang yang digelar di Kejaksaan Negeri Kota Cirebon adalah pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang tersebut JPU tak sependapat dengan pledoi yang dibacakan oleh terdakwa kasus penganiayaan Dosen FKUGJ. Namun, menurut kuasa hukum terdakwa Doni Nauphar yakni Qorib Magelung Sakti ada satu poin yang harus digarisbawahi yang menjadi titik penting yang akan membebaskan kliennya dari segala dakwaan.

"Walaupun JPU tidak sependapat dengan pembelaan terdakwa, ada poin penting yang harus digarisbawahi dari jawaban JPU yakni tidak ada satu saksi pun yang mengetahui kejadian tersebut," katanya, Senin 20/08/2021.

Sehingga, pihaknya yakin kliennya akan bebas dari hukuman terlebih pengenaan Pasal terhadap terdakwa pun dinilai tidak tepat.

"Perbuatan yang dilakukan tidak memenuhi unsur Pasal 351. Karena, setelah peristiwa itu pelapor masih bisa beraktivitas. Seharusnya pasal yang didakwakan itu pasal 352, tentang penganiayaan ringan," imbuhnya.

Ia menilai, pengakuan dari JPU yang mengatakan tidak ada saksi menambah yakin Majelis Hakim akan membebaskan Kliennya.

"Perkelahian itu memang ada, tapi kami menilai bahwa apa yang disangkakan Jaksa itu salah alamat. Terdakwa juga mengalami luka-luka seperti korban, artinya jika Jaksa salah menerapkan pasal, maka Majelis Hakim akan memutuskan untuk membebaskan terdakwa," pungkasnya.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers