Seperti Dianaktirikan, Pengusaha Kontraktor di Kota Cirebon Kecewa



Reporterjabar.com - Cirebon, Sejumlah pengusaha jasa barang dan konstruksi di Kota Cirebon merasa resah, mereka merasa seperti dianak tirikan. Pasalnya, otoritas setempat diduga lebih mengutamakan pengusaha kontraktor dari luar daerah daripada kontraktor lokal. Oleh karenanya, sejumlah kontraktor akan menempuh sanggah banding dan jalur hukum. Diduga kuat, para pengusaha ini akan kembali gigit jari dalam pelaksanaan lelang sembilan paket pekerjaan senilai Rp 7 miliar lebih yang dilakukan Pokja ULP.

Owner CV Kania, Hasanudin mengatakan, otoritas setempat terindikasi lebih mementingkan pengusaha luar kota Cirebon karena pengusaha luar kota ini muncul dan semuanya berada di urutan satu.

"Kami ikut lelang sembilan paket pekerjaan yang dilakukan Pokja ULP,  tapi muncul indikasi kami mau dizonk dengan mencari-cari kesalahan kami," katanya, Selasa 31/08/2021.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan perlawanan dengan menempuh sanggah banding dan jalur hukum.

"Karena hal ini sudah tidak benar dan lebih memihak pengusaha luar kota," imbuhnya.

Menurut Sekretaris Gapeknas Nurhaedi, wajar jika pengusaha kontraktor merasa kecewa dan marah karena dugaan pengkondisian pada sembilan paket pekerjaan ini sangat kuat 

"Wajar jika pengusaha kecewa," katanya.

Sementara, salah seorang pengusaha kontraktor lainnya H. Adnan mengatakan, pengusaha lokal harusnya lebih diutamakan, minimal dari segi etika dan manfaat.

"Itu kan sumber dananya dari APBD Kota Cirebon, yang harus diutamakan ya pengusaha dari Kota Cirebon. Bukan malah pengusaha lokal dicari-cari kesalahannya," pungkasnya.(Frans)


Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers