Bupati Subang Pimpin Rakor dan Sosialisasi Ppkm Level 2 Secara Virtual

Reporterjabar.com, Subang - Bupati Subang H. Ruhimat hadir sekaligus membuka Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Level 2 Kewaspadaan Covid 19 Kabupaten Subang secara virtual bersama para Camat, kepala puskesmas dan unsur muspika se Kabupaten Subang di Sari Ater resort, Rabu (25/8/2021).

Rapat Koordinasi tersebut dilaksanakan dalam rangka merespon dan menindaklanjuti penerapan kebijakan di lapangan setelah sehari sebelumnya Kabupaten Subang ditetapkan sebagai daerah level 2 bersama dengan Kabupaten Majalengka, Garut dan Tasikmalaya. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR RS) di Kabupaten Subang sebesar 25% sebanyak 27 oramg dari 106 Tempat tidur, sebanyak kuramg lebih 20 orang/hari yang terkonfimasi positif serta kematian Covid 19 sebanyak 20 orang pada bulan agustus 2021.

Menurut Kalak BPBD H. Hidayat S.Ag M.Si Kabupaten Subang telah memberikan sebuah kontribusi yang positif dalam penanganan pandemi Covid 19 di Jawa Barat karena perubahan status yang begitu cepat dan signifikan dari level 4 ke level 3 hingga kini ke level 2 yang hanya berselang beberapa minggu. Dirinya mengatakan bahwa hal ini adalah hasil kerja keras semua pihak yang telah kompak dan kolaboratif dari tingkat RT, desa, Kecamatan hingga tingkat Kabupaten dalam penanganan pandemi Covid 19 dan hal ini akan sangat berpengaruh pada perubahan level selanjutnya bagi Kabupaten Subang. "Saat ini pak presiden sangat konsen sekali tentang perubahan ini, akan terus diamati dan subang di level 2 memberikan telah sumbangsih bagi Jawa Barat" ujar H. Hidayat 

Sementara itu Kadinkes Subang Dr. Maxi melaporkan bahwa saat ini pihaknya terus mendorong program vaksinasi kepada masyarakat di setiap wilayah Kabupaten Subang melalui puskesmas bekerjasama dengan polsek dan koramil setempat. Dirinya memberikan apresiasi terhadap tim lapangan yang dinilai memiliki kejelian melakukan vaksinasi kepada orang-orang yang mobilitasnya tinggi sehingga walaupun jumlah vaksinasi di Subang baru 18,5% namun menjadi salah satu hal yang berdampak signifikan terhadap pencegahan penyebaran Covid 19 dan turut berkontribusi atas penurunan level bagi Kabupaten Subang. Terkait dukungan pelaksanaan vaksinasi Pihaknya menyatakan bahwa hari ini telah datang 12 ribu vaksin baru di Kabupaten Subang. "7.000 untuk dinkes, 2500 untuk polres dan 2500 untuk kodim" ujar dr. Maxi

Sementara itu Kang Jimat mengungkapkan rasa syukur serta ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim Satgas Covid 19 Kabupaten Subang, para Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, termasuk relawan, Babinsa dan babinkamtibmas di seluruh wilayah Kabupaten Subang, kepala desa, bidan desa, RT, RW, Relawan desa atas kontribusi serts berbagai upayanya dalam memutus mata rantai covid 19 di wilayahnya masing-masing sehingga pekan ini level kewaspadaan Covid 19 di Kabupaten Subang ditetapkan pada level 2. "Yang artinya adanya pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Subang" ujar Kang Jimat.

Dalam arahannya kang Jimat mengatakan bahwa indikator memutus mata rantai penyebaran covid 19 yaitu melaksanakan testing, tracing kontak erat dan treatmen serta pembatasan mobilitas masyarakat. Untuk itu dirinya menekankan berbagai kegiatan tersebut harus terus dilakukan secara optimal baik melalui upaya sosialisasi dan pengawasan secara preventif serta promotif.

Dirinya menegaskan bahwa meski Subang telah memasuki level 2 namun kepada semua pihak jangan terlena dan tetap waspada untuk semakin meningkatkan sinergitas, meningkatkan pola penanganan dan sistem pelaporan Covid 19 dengan lebih baik lagi. "Saya ingin kan selama belum zero kita jangan kendor menyangkut protokol kesehatan, kuncinya adalah waspada dan sinergitas" tandas kang Jimat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Asda 1 H. Rahmat Effendi, Kadinkes Subang Dr. Maxi, Kalak BPBD H. Hidayat. Hadir secara virtual para Camat beserta unsur muspika, kapolsek, danramil, kepala puskesmas, kepala desa dan satgas tingkat desa se Kabupaten Subang.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers