LAK Galuh Pakuan Dirikan Ponpes As-Said Ranggajati

Reporterjabar.com, Subang - Sebagai tanda pengabdian dalam syiar pendidikan agama Islam,  Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan mendirikan Pondok Pesantren yang dinamai Asy-Syahid Ranggajati. Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB memberikan amanat kepada Galunggang Kertagama, Ranggajati Kyai Aep Saepudin untuk mendirikan pesantren tersebut. Amanat ini telah mendapat restu Resi Agung Galuh Pakuan, Syeikh Mohammad Abdul Gaos Saifullah Maslul, atau dikenal Abah Aos. Beliau selaku Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN) Ponpes Suryalaya Sirnarasa, Tasikmalaya.  

Galunggang Kertagama, dalam prosesnya dibantu Senopati LAK Galuh Pakuan Entis Sunda merintis pondok pesantren yang terletak di Kelurahan Pasirkareumbi,  Kecamatan Subang itu. "Saat ini di atas lahan wakaf sudah mulai dilakukan pembangunan gedung pondok pesantren. Tahapan fondasi salah satu gedung sudah selesai dilanjutkan pendirian gedung," ujar Ranggajati Kyai Aep Saepudin. 

Pesantren itu, kata Kyai Aep didirikan di atas areal lahan wakaf dengan luas tanah 1,500 m2. Ponpes ini bakal menjadi basis pengajaran Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN) karena Raja Galuh Pakuan juga merupakan pengikut thoriqoh dan menjadi Katib JATMAN Syubiyah Kab Subang. 

"Adapun kurikulum yang diajarkan kepada para santri selain pendidikan keagamaan yakni pendidikan karakter berbasis budaya lokal Sunda, tekonologi informasi dan kemaritiman. Santri juga akan diajarkan bagaimana memiliki keahlian dunia digital,  bercocok tanam dan berternak," ucap Ranggajati.  

Diharapkan santri didikan pesantren ini dapat menjadi sosok yang berkepribadian kuat,  memiliki keahlian  dan berwawasan luas. Sehingga, kata Kyai Aep santri lulusan Ponpes As-Said Ranggajati dapat bermanfaat kehadirannya di tengah masyarakat. 

"Kami menerapkan konsep berbagi beban dalam membangun pondok pesantren. Siapapun bisa berpartisipasi mendukung pembangunan pesantren ini," kata Kyai Aep.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers