Korban Kekerasan Oknum Pejabat Pemkab Kuningan, Tolak Jalan Damai



Reporterjabar.com - Cirebon, YG istri siri dari seorang pejabat di Pemkab Kuningan Jawa Barat, yang menjadi korban tindak kekerasan, menolak berdamai dan memilih melanjutkan proses hukum, serta berharap pelaku dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Meski antara korban dan pelaku dipertemukan untuk melakukan mediasi. Namun, YG tidak menerima mediasi tersebut, melainkan memilih untuk melanjutkan proses hukum bagi pelaku, dan berharap pelaku dijerat hukum yang setimpal.

"Kemarin 30 Juni 2021 sebenarnya sempat dilakukan mediasi di Polres Kuningan dan terlapor minta berdamai, tapi hasilnya kita tolak dan tetap melanjutkan perkara ini sampai ke meja hijau, "kata Ivan Saputra SH, kuasa hukum YG, Minggu, 11/07/2021.

Proses mediasi itu, Ivan Hal itu diambil hanya sebagai langkah mengikuti prosedur dari pihak Kepolisian. Namun, tanpa mengurangi niat dirinya untuk tetap menempuh jalur hukum.

"Mediasi itu, kita hanya mengikuti prosedur dari pihak Polres, tapi untuk berdamai kita tidak bisa dan terus berlanjut," ujarnya.

Setelah dilakukan mediasi, lanjut Ivan, ia mendapatkan informasi bahwa pihak Kepolisian Polres Kuningan akan melakukan gelar perkara terkait kasus penganiayaan untuk menaikan status terlapor menjadi tersangka.

"Saya dapat kabar, penyidik pada Senin (05/07/2021) Juli kemarin, melakukan gelar perkara, tapi sampai saat ini kami belum mendapatkan hasil dari gelar perkara itu," ungkapnya. 

Mengingat hal ini, Ia menilai bahwa pihak penyidik dari Kepolisian Polres Kuningan tidak profesional dan terlihat lamban dalam menangani kasus tersebut. Pasalnya kasus tindak kekerasan yang menimpa kliennya dari bulan Maret hingga saat ini belum juga membuahkan hasil.

"Kasusnya sudah cukup lama, tapi penyidik belum juga menaikan status tersangka bagi pelaku. Padahal barang bukti dan saksi sudah lengkap," terangnya.

Sebelumnya, perkembangan laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum pegawai inspektorat Kabupaten Kuningan terhadap istri sirinya masih berlanjut di Polres Kuningan.

Bahkan berkas Kasus penganiayaan terhadap seorang diri ini, sudah selama empat bulan berada di meja penyidik Polres Kuningan. Hal ini, memicu kecurigaan bagi pihak korban pasalnya dari bulan Maret 2021 hingga saat ini, kasusnya masih saja dalam tahap penyelidikan belum naik ke tahap penyidikan ataupun ada penetapan tersangka.

Dijelaskan Ivan Saputra, SH Kuasa Hukum pelapor, menurutnya kasus tersebut akan tetap dilanjutkan dengan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dan selanjutnya akan naik ke tahap penyidikan.

"Kami dapat informasi dari pihak Kepolisian, bahwa kasusnya akan terus berlanjut," pungkasnya.

Masih dijelaskan Ivan, bahwa Kliennya ini memilih melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum. Karena, menurutnya korban mengalami tindakan kasar oleh oknum Pegawai Pemda Kuningan, bukan kali pertama mendapatkan perlakuan kasar. Bahkan selama menjalin perkawinan siri dengan terlapor, korban selalu diperlakukan kasar.

"Klien kami meminta untuk melanjutkan perkara ini, karena sampai saat ini, dirinya masih mengalami trauma," pungkasnya.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers