Kisah Dokter Beri Ivermectin Kepada Pasien Covid-19 di Indonesia

Jakarta - Memperingati hari World Ivermectin Day atau Hari Ivermectin Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Juli 2021, merupakan momentum dimana masyarakat diingatkan akan peranan Ivermectin dalam membantu proses penyembuhan pasien COVID-19 serta memberantas pandemi yang berkepanjangan di dunia. Bertepatan pada hari tersebut, Global Partner of the FLCCC Alliance di Indonesia menyelenggarakan acara webinar yang bertemakan "Peran Ivermectin Dalam Perjuangan Melawan Pandemi COVID-19 di Indonesia". Webinar ini diselenggarakan  25 Juli 2020 lalu. Acara ini menyajikan paparan seputar kesehatan yaitu peranan dan manfaat Ivermectin yang disampaikan oleh beberapa dokter ahli, seperti dr. Pierre Kory, MPA, MD, President, Chief Medical Officer Front Line COVID-19 Critical Care Alliance, dr. Putu Moda Arsana SpPD-KEMD, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia. Beberapa dokter seperti dr. Hardianti, SpPD, KPTI, dr. Firman Abdullah SpOG, dan dr. Iwan Gunawan Kusmahani GP juga menceritakan mengenai proses penanganan pasien COVID-19 dengan Ivermectin yang dilakukan di rumah sakit, rawat jalan hingga isolasi mandiri.

President, Chief Medical Officer Front Line COVID-19 Critical Care Alliance, dr. Pierre Kory, MPA, MD menjelaskan bahwa Ivermectin memiliki sejarah 40 tahun tingkat keamanan yang sangat tinggi dan memiliki efek samping kecil dan jarang. Ivermectin telah dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) sebagai obat esensial dan merupakan salah satu obat teraman untuk dikonsumsi. Namun diakui bahwa banyak informasi yang tidak benar telah beredar mengenai Ivermectin. Informasi ilmiah mengenai Ivermectin dapat ditemui di www.flccc.net.

Dokter-dokter di seluruh dunia terus berjuang mencari pengobatan terbaik sebagai solusi dalam penyembuhan pasien COVID-19. Banyak diantaranya, termasuk di Indonesia, yang menggunakan Ivermectin dan telah terbukti efektif menyembuhkan COVID-19. Sementara, Ivermectin di Indonesia kini masih dalam proses uji klinis untuk memastikan efektivitas dalam penyembuhan COVID-19.

Dr. Hardianti, SpPD, KPTI menceritakan pengalaman memberikan Ivermectin kepada pasien COVID-19 yang ditangani pada Februari 2021 lalu. Pasien berjenis kelamin laki-laki, berusia 52 tahun dengan komorbid diabetes Melitus, penyakit jantung, dan obesitas tipe tiga, berat badan 140 kilogram, serta sudah menggunakan ventilator. Setelah diberikan Ivermectin selama lima hari, kondisi pasien berangsur membaik. Pasien tersebut menjalani perawatan selama 12 hari di rumah sakit dan melanjutkan konsumsi Ivermectin selama dua pekan setelahnya di rumah atas keinginan sendiri.

Pada webinar ini dr. Firman Abdullah SpOG juga menjelaskan bahwa Ivermectin telah dikonsumsi untuk diri sendiri dan keluarga. "Pertama saya coba kepada saya sendiri dan keluarga. Anak saya terpapar COVID-19 dan mengkonsumsi Ivermectin sejak hari pertama dirawat di rumah sakit, satu tablet sehari selama lima hari. Setelah beberapa hari kondisinya membaik, dan sembuh," tuturnya. 

Senada dengan dr. Hadianti dan dr. Firman, dr. Iwan Gunawan Kusmahadi GP juga menyampaikan kesan positif terhadap Ivermectin. "Saya menggunakan Ivermectin setelah membaca berbagai literatur, baik jurnal maupun anjuran-anjuran WHO. Saya mulai pakai Ivermectin pada Juni 2021," ujarnya.

Dr. Iwan menambahkan bahwa 38 pasien ditanganinya sebanyak 20 pasien melapor telah menjalani tes COVID-19 pada hari kedelapan hingga kesepuluh setelah menggunakan Ivermectin, dan hasilnya negatif COVID-19.

Melihat hasil dan respon positif dari penggunaan Ivermectin khususnya di Indonesia, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, dr. Putu Moda Arsana, mendukung uji coba klinis yang dilakukan untuk mengetes kemampuan Ivermectin dalam menyembuhkan COVID-19. Uji klinis yang dilakukan ini akan menjadi salah satu pijakan penting bagi dokter untuk memberikan pengobatan kepada masyarakat yang sedang terkena virus corona.

"Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh para dokter sebelum mengambil tindakan penanganan pasien yang memerlukan pertolongan. Pertama keilmuan dan pengalamannya dalam menangani penyakit pasien; kedua adalah aspek nilai dan pilihan pasien yang terdiri atas kondisi fisik, psikologis, dan faktor sosial; sedangkan yang ketiga adalah bukti riset yang kuat. Uji coba terhadap Ivermectin ini akan menjadi bagian penting para dokter untuk menyarankan dan memberikan Ivermectin sebagai obat untuk membantu penyembuhan COVID-19," ungkap dr. Putu Moda Arsana.

Beliau juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut untuk mengkonsumsi Ivermectin apabila disarankan oleh dokter. Mengingat para dokter yang memberikan obat kepada pasien sudah memperhitungkan banyak aspek, termasuk penggunaannya bagi efek tubuh pasien. Sejauh ini, riset yang ada mengenai Ivermectin aman bagi tubuh selama penggunaannya diawasi oleh dokter.

Melihat kondisi Indonesia yang menggantikan India sebagai episentrum COVID-19 dunia, dr. Kory menghimbau kepada pemerintah Indonesia untuk segera menggunakan Ivermectin secara massal kepada rakyatnya dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Persediaan obat ini juga harus diamankan sehingga dapat digunakan untuk perlakuan pencegahan massal, pengobatan dini, late treatment dan perawatan jangka panjang. (Adv)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers