Kapolres Cirebon Kota Pastikan Akses Masuk ke Kota Cirebon Ditutup 24 jam



Reporterjabar.com - Cirebon Lonjakan penyebaran Covid-19, semakin menggila. Dibutuhkan komitmen dari semua lapisan warga masyarakat untuk menanggapinya secara serius. Saat ini Kota Cirebon  melaksanakan PPKM Darurat terhitung mulai tanggal 03 - 20 juli 2021 ke depan. 

"Mohon warga masyarakat, turut serta mendukung dan mensukseskan serta mengawal bersama-sama turut serta terlibat dalam PPKM Darurat ini. Bagaimana caranya dengan tinggal di rumah serta jangan lupa berdoa," kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, Minggu, 11/07/2021.

Ia melanjutkan, pihaknya akan menutup akses masuk dari luar kota ke dalam kota 1x24 jam yaitu Pos Penutupan Kedawung, Pos Penutupan Kalijaga dan Pos Penutupan Bakorwil. 

"Ini untuk pos penutupan PPKM Darurat yang berada di luar Kota Cirebon," katanya, Minggu, 11/07/2021.

Kemudian 15 titik penutupan jalan masuk dalam kota selama  24 jam yaitu Perempatan Gunungsari, Perempatan Latpri, Perempatan Kejaksan, Perempatan BAT, Perempatan Ariodinoto, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Pekiringan, Jalan Pilang Kedawung, Perempatan Perumnas, Pertigaan penggung, Pertigaan Kalitanjung, Bunderan Kedawung arah Tuparev, Perempatan cideng, Jalan Pemuda dan Pos Penutupan Penggung.

"Guna percepatan dalam rangka PPKM Darurat Kota Cirebon. Melihat situasi, arus dan mobilisasi masyarakat masih saja tinggi, baik pagi, siang, sore dan malam hari. Maka mulai hari ini, saya berlakukan untuk di tutup 1x24 jam. Dihimbau kepada masyarakat, untuk bisa patuh pada PPKM Darurat dan menerapkan prokes," imbuhnya.

Saat ini barier yang ada di pos penutupan, mulai disusun dan di rapikan. Sehubungan banyak masyarakat yang tidak patuh pada peraturan PPKM Darurat. 

"Sudah jelas ditutup tapi masih saja memindahkan barier, supaya bisa masuk," ungkap Joko, simpatisan warga masyarakat yang membantu Polisi di penutupan Perumnas.

Dan kepada masyarakat yang memaksa mau masuk ke kota cirebon, wajib membawa hasil antigen/PCR dan Kartu Vaksin.(Frans)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers