16 Bulan Insentif Tak Dibayar, Pegawai Pemulasaraan Jenazah RSUD Subang Mogok Kerja

Reporterjabar.com, Subang - Para pegawai pemulasaraan jenazah di RSUD Subang Jawa Barat melakukan mogok kerja mulai hari ini, Rabu 7 Juli 2021. Pasalnya, selama 16 bulan insentif mereka tak dibayar. Disampaikan Kepala Pemulasaraan Jenazah Heri Hartono dia bersama tim pemulasaraan jenazah Covid 19 sebanyak enam orang tidak mendapatkan pembayaran insentif oleh pihak RSUD Subang.

Karena sudah tidak tahan terhadap ketidakjelasan pembayaran insentif yang seharusnya mereka terima akhirnya mereka mengadukan hal itu pada Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB. 

Padahal selama ada Covid 19 saja di Subang mulai Maret 2020, mereka telah memulasarakan 500 lebih jenazah. "Betul, kalau dihitung sudah 16 bulan belum dapat insentif. Sementara kami bekerja selama 24 jam dan dengan resiko tinggi tertular penyakit, " kata Heri.  

Bahkan demi melaksanakan tugas, Heri menyebut ada salah satu timnya yang sempat terpapar covid-19. Dia isolasi mandiri tanpa ada bantuan apapun dari pihak RSUD. "Mirisnya lagi, kami hanya untuk makan rokok dan keperluan bensin saja harus minta-minta dan berhutang. Makan kami sering merogoh kocek sendiri kalau ada, " ujar Heri.  

Heri menyebut bahwa selama bertugas pemulasaraan jenazah Covid-19 timnya baru dua kali menerima uang insentif yang bersumber dari APBD baru dua kali sebesar Rp 1,6 juta. 

"Kami mohon kepada pemangku kebijakan dalam hal ini Direksi di RSUD Subang agar mendengar keluhan kami, " pungkas Heri.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers