Alasan Satgas Covid-19 Kecamatan Juntinyuat Bubarkan Pengunjung Obyek Wisata Pantai Tirtamaya


 

Indramayu - Satgas Covid-19 Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu terpaksa membubarkan pengunjung obyek wisata Pantai Tirtamaya, Jumat 14 Mei 2021 siang.

Langkah tegas itu dilakukan Satgas Covid-19 sebagai upaya memutus mata rantai persebaran virus Corona. 

Pembubaran pengunjung wisata karena dinilai melebihi kapasitas serta pelanggaran kepatuhan protokol kesehatan. 

Tapi tunggu dulu, pengunjung wisata yang dibubarkan itu adalah mereka yang sudah melebihi batas waktu. Pengelola setempat, hanya menerapkan sistim shift (bergilir) bagi pengunjung Pantai Tirtamaya. 

Pengelola hanya memberikan waktu maksimal selama dua jam saja. Jika sudah sampai batas waktunya, pengelola dibantu Satgas Covid-19 membubarkan pengunjung yang ada di dalam lalu memasukkan pengunjung baru yang sudah menunggu di laur. 

"Sistim shift merupakan kesepakatan Satgas Covid-19 Kecamatan Juntinyuat dengan pengelola Pantai Tirtamaya. Semua dilakukan untuk mencegah persebaran virus Corona," tegas Kapolsek Juntinyuat Iptu Dedi Wahyudi melalui Paur Humas Polres Indramayu, Ipda Agus Setiawan, Jumat 14 Mei 2021. 

Satgas Covid-19 Kecamatan Juntinyuat sendiri, kata dia, menyebar melakukan pemantauan lokasi-lokasi wisata di daerah setempat. Jumlah personel yang dilibatkan cukup banyak terdiri dari Polisi, TNI, Sat Pol PP kecamatan, petugas Puskesmas dan relawan. 

Selain pengaturan sistim shift, lanjut Dedi, kegiatan pemantauan lokasi wisata juga dibarengi dengan pengetatan kepatuhan protokol kesehatan terhadap setiap pengunjung. 

Mereka yang datang lokasi wisata akan melewati pemeriksaan ketet kesehatan meliputi cek suhu dan lain-lain. Tak hanya pengunjung, Satgas Covid-19 juga memperketat penyediaan sarana penerapan protokol kesehatan bagi pedagang di lokasi wisata. 

"Pengunjung dan pedagang di lokasi wisata kami perlakukan sama. Semua harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kalau ada pedagang yang tidak menyediakan fasilitas cuci tangan, kami akan tutup saat itu juga," ujarnya.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers