Sambut Bulan Suci Ramadhan, Begini Kesiapan Pertamina Amankan Pasokan Energi



Reporterjabar.com - Cirebon, Memasuki Bulan Suci Ramadhan 2021, PT Pertamina (Persero) melalui Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat memastikan kesiapan pasokan BBM, LPG, dan avtur di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengatakan, meskipun ada larangan mudik, pihaknya tetap mengerahkan tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) untuk memonitor penyaluran energi.

"Meskipun ada larangan mudik, kami memastikan stok BBM, LPG, dan avtur di terminal BBM maupun di Depot Pengisian Pesawat Udara saat ini berada dalam kondisi aman. Kami juga telah menyiapkan strategi penyaluran apabila sewaktu-waktu dibutuhkan tambahan pasokan," katanya, Selasa, 13/04/2021.

Pihaknya, juga turut menyiagakan 1538 SPBU, 141 Pertashop, 1318 agen LPG PSO, dan lebih dari 33 ribu pangkalan LPG PSO. Lembaga penyalur tersebut tetap siaga beroperasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan BBM dan LPG.

Ia melanjutkan, masyarakat juga bisa mendapatkan LPG non subsidi seperti Bright Gas dan Elpiji 12 Kg di outlet seperti minimarket modern, di sejumlah SPBU, maupun melalui layanan pesan antar Pertamina Delivery Service (PDS).

"Kami turut menghimbau masyarakat yang tergolong mampu menggunakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 kg, dan Elpiji 12 Kg. Sehingga penggunaan LPG 3 Kg benar-benar tepat sasaran," ujarnya.

Eko juga turut menghimbau, agar masyarakat selalu cermat dalam memperhatikan keamanan dalam menggunakan produk LPG saat memasak untuk sahur dan berbuka puasa.

"Kami himbau ketika bangun tidur menyiapkan sahur, pastikan tidak ada bau khas LPG. Jika tercium bau gas LPG, jangan langsung menyalakan api. Buka dulu pintu atau jendela agar bau khas LPG tidak terkumpul di ruangan. Pastikan kondisi dapur memiliki ventilasi yang cukup, dan selalu periksa aksesoris LPG seperti regulator dan selang terawat dengan baik serta berstandar SNI," pungkasnya.(Frans)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers