Film "Jangan Sendirian" Mulai Diputar di Bioskop



Reporterjabar.com - Cirebon, Angin segar perfilman tanah air kembali berhembus. Hal ini menyusul kebijakan Presiden Joko Widodo yang merespon positif kembali dibukanya bioskop, usai pertemuan dengan beberapa wakil insan perfilman tanah air, belum lama ini. Tentunya, sikap pemerintah dengan mengisyaratkan tegas agar protocol kesehatan (prokes) Covid-19 wajib dilakukan, tanpa kecuali. Dari sekian banyak film Indonesia, salah satunya yang kini mulai tayang serentak sejak 1 April yakni Film bergenre horor “Jangan Sendirian”. Istimewanya, film garapan sutradar X.Jo ini adalah menjadi acting terakhir aktor kawakan Indonesia, Robby Sugara yang beradu acting dengan bintang-bintang layar lebar millennial.

Namun sayang, sebelum Film “Jangan Sendirian” ini tayang, sang legenda actor Robby Sugara meninggal dunia. Karenanya bagaimana acting terakhir bintang film era 80-an ini, bisa kita lihat dalam film horor yang menyuguhkan hantu modern ini. Seperti diketahui, Film ‘Jangan Sendirian’, menjanjikan sesuatu yang berbeda dengan sensasi petualangan romansa keseraman, kengerian, maupun ketakutan tanpa dibatasi dramatikal seperti film sejenis yang sudah ada.

"Film ini serentak diputar mulai 1 April di seluruh bioskop di tanah air dan sejumlah Negara Asean," ujar Executive Producer Film "Jangan Sendirian" Aji Fauzi, Jumat, 2/04/2021.

Gagasan film ini dibuat berdasarkan sesuatu yang sangat dekat dengan pengalaman sehari-hari tiap orang. "Begitu banyak orang yang takut dengan kesendirian, takut gelap, atau merasa diteror ketakutan sendiri tanpa sebab. Berangkat dari sinilah judul film “Jangan Sendirian”, imbuhnya.

Ia melanjutkan, berbeda dengan genre horor pada umumnya, “Jangan Sendirian” banyak meminimalisir unsur drama dan dialog para pemain, sudah dipastikan akan dipenuhi aksi-aksi horor yang segar dan tidak mudah ditebak alurnya. "Tentunya dengan konsep yang sangat menarik ini, diharapkan film ini akan mampu memberikan hiburan berkelas bagi para penonton," tuturnya.

Perbedaan signifikan dengan film horor lainnya adalah, para penebar keseraman, ketakutan, maupun histeria ini bukanlah sosok Hantu (klasik), tetapi sosok Iblis dengan berbagai karakter (modern-imajiner).

"Film ini menjadi salah satu film bergenre horor yang akan tayang Perdana di masa pandemi covid 19, bergandengan dengan beberapa film lainnya yang bergenre sama ataupun berbeda," pungkasnya.(Frans)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers