Pemegang UKW Utama Dapat Uang Saku, Ini Syaratnya!

Oleh Kamsul Hasan

Reporterjabar.com - Sering kali terdengar pertanyaan apakah bila menjadi wartawan kompeten kesejahteraan meningkat ?

Apakah kantor akan naikkan gaji setelah klaster seseorang naik, dari wartawan muda menjadi madya atau utama.

Bahkan pada awal dilaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ada gagasan pemegang sertifikat dapat tunjangan profesi.

Kurang lebih seperti tunjangan profesi guru, begitu gagasannya. Kan, sama-sama memberikan "pendidikan".

Salah satu fungsi pers seperti diatur Pasal 3 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers memang memberi pendidikan.

Fungsi lainnya memberi informasi, hiburan dan melakukan kontrol sosial, sampai bisa menjadi lembaga ekonomi.

Bedanya bila guru memberikan pendidikan formal, wartawan memberi pendidikan informal melalui produk jurnalistiknya.

Gagasan tinggal harapan, negara atau pemerintah tidak bisa memberikan tunjangan profesi wartawan.

Banyak hal yang harus dibenahi dalam sertifikasi wartawan. Salah satunya karena tidak mengacuh kepada Perpers 8 Tahun 2012 tentang KKNI.

Sertifikasi wartawan jenjangnya cuma tiga. Sementara pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) terdapat sembilan jenjang.

Wartawan muda itu level berapa, setara D3 (level 5) atau setara S1 (level 7) ?

Begitu juga penyandang wartawan madya dan wartawan utama, sejajar dengan level berapa.

Singkat cerita bila masih berharap dengan tunjangan profesi dari negara, maka materi uji juga harus disesuaikan dengan KKNI.

Meski belum mendapat tunjangan profesi, khusus wartawan utama sudah bisa "menghasilkan" antara lain sebagai asesor UKW. (Ist).

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers