Nurhasan Zaidi: "Orang Beriman Sudah Pasti Pancasilais".





ReporterJabar.com - Kalau yang beriman beramal Sholeh pasti Pancasila. Karana mengamalkan agamanya dan seorang Pancasilais harus beragama. "Sayangnya banyak yang ngaku tapi tidak mengamalkan ajaran agamanya," ujar Anggota DPR RI, Nurhasan Zaidi di Lampu Satu Resto dalam kegiatan reses dengan memperkenalkan tentang Empat Pilar Kebangsaan, Minggu (14/3/2021).
Nilai Pancasila pertama harus berketuhanan. "Tidak boleh komunis atau atheis," tegasnya. 

Kemudian kata Nurhasan mengenai nilai Bhineka Tunggal Ika merupakan nilai-nilai karena Allah menciptakan bersuku-suku. "Itu sebenarnya tidak aneh karena Pancasila yang merumuskan hampir sebagian besar para ulama," sambil menyebutkan beberapa tokoh Islam dari berbagai organisasi.

NKRI atau Negara Kesatuan R├ępublik Indon├ęsia adalah buah pikiran para pendiri bangsa yang mempersatukan Indonesia yang beraneka ragam.

Undang-undang Dasar 1945 merupakan konstitusi. 
Kegiatan ini sebagai bagian dari reses di daerah pemilihan (Dapil) Subang, Majalengka dan Sumedang. 
 
Kata Ustadz Dede - sapaan akrab Nurhasan - kader PKS di daerah perlu menyosialisasikan Empat Pilar ini kepada masyarakat. "Kita perlu memperkenalkan ini dengan sosialisasi kepada masyarakat supaya memahami Empat Pilar ini," katanya. 

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Daerah PKS Kabupaten Subang, Ustadz T. Munandar Hilmi. Salah satu upaya tersebut diawali dengan memperkenalkan PKS ke masyarakat dengan mulai memasang plang di daerah masing-masing sehingga masyarakat familiar terhadap warna orange yang telah kita miliki.
Dengan adanya plangisasi di setiap daerah kemudian dilanjutkan memperkenalkan program program apa yang telah ditetapkan oleh DPP PKS salah satunya ialah memperkenalkan nilai-nilai empat pilar. "Semua yang diprogramkan DPP telah terukur," katanya. 

Acara kemudian dilanjutkan pada sesi tanya-jawab bersama peserta yang terdiri dari para pengurus dan kader di Kabupaten Subang.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers