Makna dibalik Simbol "Mobil Sultan" Subang. Ternyata bikin merinding..

 

Reporterjabar.com - Masih ingat dengan Sugandi Natanegara pemilik "Mobil Sultan" yang bertabur emas berlian, batu akik dan uang koin? Ternyata dibalik taburan emas berlian dan permata di mobil tersebut sebagai simbol cita-cita membangun
Subang menjadi di Kota Dunia dan Indonesia menjadi Mercusuar Dunia yang dia ungkapkan dalam tulisan di belakang "mobil mewahnya".


Sugandi mengungkapkan dengan dipasangkan emas dan berlian di mobil ingin sebagai filosofi bahwa harta dunia baginya hanya keset, tidak ada artinya. Kata dia jangan menuhankan harta. "Mahal mana emas dengan kebaikan? Urusan sorga teu bisa ditukeuran ku nu kawas kitu. (Urusan Surga tidak bisa ditukarkan dengan harta benda maksudnya emas dan berlian)" tegasnya kepada reporterjabar.com dalam Bahasa Sunda.

Kemudian simbol dua buah senjata - walaupun mainan - memiliki makna kalau untuk membangun Subang dan Indonesia perlu tegas. "Podaran heula tukang koropsina maké senjata karak bérés ngabangun Subang (Hukum mati dulu koruptornya - simbol dengan senjata - baru bisa membangun Subang," ungkapnya dalam Bahasa Sunda lagi.

Maka dari itu kalau ingin membangun Subang harus dibereskan dulu penyakitnya. "Kita ingin membangun Subang, tapi penyakitnya (yaitu korupsi) tak dibereskan. Bisa, gitu?" Ujarnya dengan nada tanya.

Pria yang berprofesi sebagai terapis orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan pecandu narkoba ini mengungkapkan terawangannya dengan menuangkan pada pada tulisan di mushola Darul Iman yang dia bangun senilai 11 milyar rupiah.

Mushola tersebut dibangun dengan mercusuar maksudnya ialah ingin menjadikan Indonesia sebagai mercusuar dunia. Kemudian di sekitar atau tepatnya di depan mushola dekat gerbang banyak tulisan-tulisan yang menunjukkan tentang cita-cita Subang Indonesia di mata dunia.

Diantaranya ialah tentang Pelabuhan Internasional Patimban yang dia ungkapkan jauh sebelum rencana pemerintah Indonesia menempatkan pelabuhan internasional di Desa Patimban Pusakanagara atau yang dulu dikenal sebagai Pusakaratu.

Dalam barisan tulisan itu pun dituliskan tentang - yang disebutnya sebagai - potensi sumber daya Indonesia, yaitu kekayaan mineral dan migas, kekayaan air (Bendung Sadawarna Cibogo) dan panas bumi (Tangkuban Parahu).

Sugandi kepada Reporterjabar.com mengungkapkan itu sudah terwujud dengan mulai beroperasinya Pelabuhan Patimban yang diresmikan Presiden Jokowi. Lalu ayah 2 putri ini mengungkapkan makna tulisan yang bertebaran di "Mobil Sultan"-nya. Tulisan "L.99,9.M" bermakna logam mulia dengan kadar tinggi. Dibalik angka 99,9 adalah solusi dalam membangun masyarakat.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers