Ketahuan, Insentif Nakes Covid-19 Lambat Ternyata ini Sebabnya

Reporterjabar.com – Insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 hingga kini belum cair sejak Bulan September sampai Desember 2021. Terkait hal tersebut kata Direktur Rumah Sakit Umum Subang, dr. Ahmad Nasuhi banyak kendala yang dihadapi.

Masalah itu ada di pemerintah pusat dan di dinas di dinas daerah. Seperti penggunaan aplikasi baru yang belum disosialisasikan sehingga yang mempengaruhi kecepatan penyelesaian insentif. "Memang rumit. (belum) lagi perhitungan yang rumit. Ada perhitungannya," ujarnya kepada wartawan usai bertemu dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Subang, Rabu (24/3/2021).

Insentif dari pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan sudah turun 11 milyar rupiah. Namun diperlukan 14 milyar rupiah untuk membayar insentif kepada tenaga kesehatan di rumah sakit umum dan Puskesmas baik yang PNS da Non-PNS dengan berbagai statusnya. "Biaya operasional 14 miliar (rupiah) baru turun (dari pemerintah pusat) 11 miliar (rupiah). Dari pembicaraan bersama Komisi IV (DPRD) barusan gunakan saja yang ada (11 milyar rupiah) dulu. Yang penting jangan ada masalah dulu," tuturnya. 

Saat ditanya mengenai waktu penyelesaiannya Kata dr. Ahmad Nasuhi diinginkan secepatnya dengan menggunakan dana yang ada sesuai dengan pembicaraan dengan Komisi IV DPRD Subang. "Semua sudah berkomitmen untuk menyelesaikan yang tahun 2020m dulu. Yang tahun ini akan sedang diproses lagi," katanya.

Biaya operasional kesehatan terkait menanggulangi kekurangannya akan  menggunakan dari refocusing dulu. "Itu juga hasil pembicaraan bersama Komisi IV," katanya lagi.

Secara terpisah senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi membenarkan bahwa anggaran yang sudah turun 11 milyar rupiah. Sedangkan untuk sisanya yang Rp3 milyar dari dana refocusing. "Refocusing itu baru berjalan beberapa bulan ini 'kan belum juga dieksekusi sedang dalam proses penyiapan dananya sudah dianggarkan. Dan sudah di-ACC oleh BKAD tinggal kita berproses saja," tutur dr. Maxi kepada wartawan.

Mengenai persyaratan akan penuhi. "Apa yang harus kita penuhi (persyaratanya) karena itu banyak sekali yang harus dilengkapi dokumennya. Insya Allah secepatnya dibayarkan," jelasnya.

Saat ditanya untuk insentif bulan Januari sampai Februari 2021, kata dr. Maxi itu juga akan diproses.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers