Terkait ASN Double Job, AKSI Sesalkan AN Tidak Datang

Reporterjabar.com – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anti Korupsi Seluruh Indonesia ( AKSI) melakukan audiensi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang terkait dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial AN kerja ganda di perusahaan asing. Ketua AKSI, Warlan menyesalkan dalam audiensi tersebut AN tidak hadir.

Kata Warlan pihaknya medapatkan indikasi dugaan AN yang bersatus ASN di Dinas Pendidikan bekerja ganda di perusaan Asing SHI yang beroperasi di Cipeundeuy Subang. Untuk dia ingin meminta penjelasan kepada para pihak permasuk kepada Disnakertrans dan yang bersangkutan.

Selanjutnya kata Warlan akan melaporkan AN berikut Perusahaan Asing SHI, tempat AN bekerja kepihak Kepolisian Polres Subang terkait Pembohongan Publik dan Pemalsuan dokumen .

Sebenarnya AN sudah dipanggil oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Subang untuk diklarifikasi kebenarannya. Hasilnya membenarkan AN adalah ASN. “AN sendiri di hadapan Ketua Komisi IV yang menjadi alasan Nyambi Kerja di Pabrik SHI itu diakibatkan faktor ekonomi karena gaji seorang guru sangat tidak cukup,” katanya kepada wartawan di kantor Disnakertrans, Selasa (9/3/2021).

Kemudian Disdikbud Subang pun membenar kan bahwa AN merupakan ASN Guru yang diangkat sejak tahun 2015. 

Kemudian kata Warlan persoalannya bertambah karena di BPJS, AN tercatat sejak tahun 2011 dengan Kepala Keluarga bernama Didi seorang ASN menjabat Kepala Sekolah di daerah Subang Utara. “Dari nvestigasinya tercatat dalam BPJS Didi merupakan Kepala Keluarga Suami AN tercatat didata sejak tahun 2011. Didi sendiri memiliki istri pertama bernama Irma , AN ini merupakan istri kedua Didi,” bebernya.

Kata Warlan, mestinya AN memundurkan diri dari tanggungan BPJS. “Karena BPJS merupakan tanggungan negara,” katanya lagi.

Lebih lanjut kata Warlan, dengan data yang dia peroleh sudah terlihat adanya kebohongan publik dan diduga telah memalsukan surat atau dokumen penting.

Karena Perusahaan milik Asing SHI, yang mempekerjakan AN itu mengetahui AN adalah seorang ASN tetapi tidak melaporkannya baik ke Disdikbud,maupun ke Disnakertrans.

Sedangkan pihak BPJS tidak mengetahui AN merupakan ASN Guru, untuk itu BPJS telah mengirimkan Pesan singkat lewat WA, kata Warlan yang isinya minta dikirimkan Surat resmi dari AKSI terkait yang dipermasalahkan masalah BPJS atas nama AN lanjutnya akan dihapus dari tanggungan Negara.

Warlan mengaku untuk bahan laporan kepihak Kepolisian Resor Subang sedang mengumpulkan data-data terkait pelanggaran bentuk melawan hukum yang diduga dilakukan AN maupun pihak perusahaan asing SHI tempat AN bekerja.

Data yang saat ini dipegang Warlan berupa fotokopi SK Pengangkatan ASN, foto surat nikah Atas nama Didi dengan AN dan surat-surat penting lainnya. 

Nanti setelah lengkap bukti adanya unsur melawan hukum yang diduga dilakukan AN maupun perusahaan ,Warlan akan secepatnya melaporkannya ke Polres Subang. (Enjang Blek)

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers