Tata Kelola SDM PT Pelni Disorot Tak Sejalan Nawacita Jokowi

Reporterjabar.com - Sejumlah persoalan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) disebut bobrok dan berpotensi menghambat kemajuan perusahaan plat merah tersebut. "Artinya, bertentangan dengan Nawacita Presiden Jokowi," tegas Pengamat Transportasi Laut, Marianus Wilhelmus Lawe SE, M.Mar.Eng dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (17/02/2021). 

Lalu dia mengungkapkan, beberapa persoalan terutama dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) yang menurutnya krusial bagi PT Pelni.  

Marianus menjelaskan, bahwa visi dan misi PT Pelni adalah 'Menjadikan perusahaan pelayaran & logistik maritim terkemuka di Asia Tenggara'. Misinya antara lain, membantu aksestabilitas masyarakat, mengembangkan logistik maritim dan dapat berkontribusi positif terhadap negara. 

"Maka dengan semua hal tadi peran SDM sangat penting untuk menunjang mengintegrasikan kebutuhan perusahaan dengan individu SDM-nya," ujarnya, 

Marianus, menyoroti sejumlah masalah yang mengemuka di dalam tubuh PT Pelni ini yang sangat berdampak buruk untuk perusahaan dan memperlemah kinerja perusahaan. 

Pertama, dia mendiagnosis, banyaknya pejabat di PT Pelni yang kosong terlalu lama. "Seperti Kacab Medan, Kacab Maumere, Kaops Nabire dan Kaops Tanjung Priok. Bahkan dengan mutasi baru-baru ini bertambah lagi pejabat yang lowong, seperti Kacab Kaimana, Kacab dobo dan Kacab Ende," tuturnya.  

Ditambah lagi semacam anak perusahaan seperti DirOps PIDC dan yayasan. "Untuk pengelola dana kesehatan pegawai," ungkapnya.  

Kedua, Marianus menduga adanya kelompok baru dengan banyak menempatkan pegawai. "(Dilakukan) tidak melalui seleksi di SDM yang memunculkan aroma KKN," katanya. 

Masalah ketiga, data yang didapat Marinus menyebut adanya inkonsistensi pengambil kebijakan SDM. "Seperti ada pejabat MPP tidak diperpanjang tapi di satu pihak ada yang diperpanjang," . 

Selanjutnya, dia juga menyoroti penggunaan aplikasi IT yang tak kunjung rampung. "Imbasnya, memperlemah pelayanan ke masyarakat yang akan membeli tiket," katanya lagi. 

Terakhir, persoalan pengelolaan aset dalam hal peremajaan sangat lambat dan banyak masalah. "Contohnya, aset belakang kantor pusat sejak 3 tahun lalu hingga kini masih dikuasai orang tak berhak dan masalah aset di Surabaya. Itu semua sekelumit masalah yang menjadi penyakit SDM di PT Pelni, " pungkasnya.

Kemudian sempat meminta penjelasan pihak Corporate Secretary Pelni melalui pesan singkat, hingga berita ini ditulis tidak ada balasan.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers