Tak Andalkan Pemerintah, Pasca Banjir Warga Pangarengan Perbaiki Tanggul Bergotong-royong

reporterjabar.com - Sejumlah Warga Desa Pangarengan Kecamatan Legonkulon Subang Jawa Barat, Gotong Royong memperbaiki tanggul yang rusak pasca banjir satu pekan lalu.

Lebih dari 50 orang warga, memperbaiki tanggul yang jebol dan rembes dari Sungai Cipunagara yaitu, di Blok Suryadi, Blok Ranca Se'eng dan Blok Urip.

"Kami (Pemdes) bersama lebih dari 50 orang Masyarakat, memperbaiki tanggul pasca banjir minggu lalu, kerusakan tanggul mencapai 525 meter, dengan menggunakan material seadanya" Ucap Dedy Sukarno Sekdes Pangarengan, pada Wartawan (17/2-21).

Kata Dedy, dalam pelaksanaan kerja bakti ini, trekenadala ketersediaan alat seperti bambu untuk rucuk, karung dan tanah. "Kami berharap dalam jangka pendek adanya bantuan alat berat dan material yang dibutuhkan, dan untuk kedepan adanya pembangunan tanggul secara maksimal seperti pembangunan tanggul secara  permanen, paku alam dan perbaikan saluran air," ungkap Dedy.

Adapun, menurut Atifah Noorlela Kades Pangarengan, mengatakan pada Wartawan (17/2-21). Sehubungan tidak adanya penanganan pasca banjir dari pihak pemerintah daerah, maka Pemerintah Desa bersama Masyarakat menangani sendiri sebagai antisipasi darurat.

Kata Atifah, apalagi saat ini di Pamanukan, sudah banjir lagi, yang tentunya aliran air akan masuk wilayah Pangarengan.

"Kami (pemdes) bersama masyarakat gotong Royong, memperbaiki tanggul sendiri"

Lanjutnya, memang sudah ada kunjungan dari Dinas PUPR Subang dan BPBD, survey lokasi kerusakan tanggul dan pintu air Ci Se'eng.

"Namun, jangan hanya survey- Survey saja, harus dengan pengerjaanya"

Kata Atifah, Yang di lakukan kami ini, sifatnya darurat untuk penanggulangan sementara.

Lihat saja jika pada tahun 2021 ini tidak di tangani dengan benar, kita tinggal tintunggu tahun 2022 di Desa Pangarengan khususnya akan terjadi banjir bandang, tutur Atifah.

Reporter. lily_MSR

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers